klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Omset Terjun Bebas, Pedagang Pasar Gresik Minta Kebijakan Keringanan Retribusi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kondisi di Pasar Gresik Kota tampak lengang dibandingkan hari-hari biasanya. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)
Kondisi di Pasar Gresik Kota tampak lengang dibandingkan hari-hari biasanya. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Pedagang di Pasar Gresik Kota hanya bisa pasrah sambil berharap ada kebijakan kepala daerah terkait retribusi, menyusul terjadinya pandemi coronavirus disease 2019 (covid-19) atau virus corona seperti saat ini. Sebab kondisinya sekarang berdampak terhadap penurunan omset secara drastis.

Klikjatim.com pada Jumat (3/4/2020) kemarin menyempatkan berkunjung ke Pasar Kota di Jl Samanhudi, Gresik. Pantauan di lapangan, dampak darurat bencana non alam pandemi covid-19 ini begitu terasa.

Kondisi di pasar tampak lengang dibandingkan hari normal biasanya. Pengunjung yang datang juga sepi. Tidak tampak berjubel atau berdesakan. Bahkan stan-stan banyak yang tutup. Hanya sebagian tetap buka.

[irp]

"Kalau hari normal ya ramai mas, apalagi saat tanggal muda (awal bulan, red)," ungkap Zaind (30), pedagang di Pasar Kota tersebut.

Dia benar-benar mengeluh saat ini. Sebab tidak ada pengunjung sama sekali yang datang ke tokonya di lantai satu.

"Sudah dua minggu kondisinya seperti ini mas, sepi. Biasanya ya ramai," kata penjual sepatu itu.

[irp]

Imbasnya pun omset terjun bebas. Dibandingkan biasanya, omset per hari anjlok sampai 80 persen lebih. Karena tidak ada pembeli.

"Makanya saat ini saya dan banyak pedagang lain tutup lebih awal. Kalau biasanya bisa (tutup) sampai malam masih buka, tapi sekarang sore sudah tutup," terangnya.

Dalam menghadapi situasi yang demikian, pihaknya berharap ada kebijakan dari Bupati Gresik. Setidaknya ada keringanan bahkan pembebasan retribusi untuk saat ini.

"Kalau ada keringanan retribusi bisa meringankan kami, karena omset kami memang berkurang drastis," imbuhnya.

[irp]

Hal serupa juga terpantau di Pasar Gresik yang berada di Jl Gubernur Suryo, Sabtu (4/4/2020). "Gak normal, dulunya sangat ramai pengunjung tapi sejak ada berita korona (covid-19) jadi sepi," tutur Sinta Samudra (29), pedagang di Pasar Baru Gresik.

Akibat sepinya pengunjung tentu berpengaruh terhadap penjualan. "Menurun drastis, biasanya omset harian Rp 500 ribu perhari mulai jam 1 malam sampai 10 malam, tapi sekarang hanya dapat Rp 100 ribu, maksimal Rp 200 ribu," bebernya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian, Perdagangan (Kadiskoperindag) Gresik, Agus Budiono saat dikonfirmasi mempersilahkan terkait permintaan keringanan retribusi selama masa penanganan covid-19. "Monggo (silahkan) kalau memang berat mengingat kondisi saat ini, paguyuban pedagang bisa mengajukan surat dilampiri tanda tangan semua pedagang untuk meminta keringanan retribusi kepada Bupati. Dan, nanti silahkan ditembuskan kepada kami Diskoperindag," ujarnya. (iz/nul)

Editor :