KLIKJATIM.Com | Gresik — Jejak perang dunia dua di wilayah Pantura, Gresik dan Lamongan makin kentara usai ditemukannya baling-baling pesawat yang masih menempel pada bagian mesin oleh nelayan di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik, Minggu (23/07/2023).
Penemuan baling - baling yang diduga bagian dari bangkai pesawat tempur tersebut berjarak dua bulan dari penemuan kerangka pesawat di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan pada Bulan Mei lalu. Kerangka pesawat terbang tersebut juga diduga kuat bagian dari kerangka pesawat tempur era perang dunia II.
Namun, Pjs Danramil 0817/14 Panceng Kapten Inf Ahmad Salami mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan soal jenis baling-baling tersebut, termasuk apakah dari pesawat tempur maupun pesawat yang lain.
Dia mengaku masih menunggu petunjuk atasan Komandan Kodim (Dandim) 0817 Gresik. Untuk dilakukan tindak lanjut. Termasuk nanti mengidentifikasi kepemilikan pesawat tersebut.
“Kami sudah laporkan ke Kodim 0817. Nantinya kami menunggu arahan dan petunjuk dari atasan. Sekarang benda yang diduga peninggalan perang dunia ke II ini, masih diamankan di Pelabuhan Perahu warga Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik," kata dia, Senin (24/7/2023).
Selain itu, lanjut dia pihaknya juga berkoordinasi dengan Polsek beserta warga setempat untuk tindak lanjut benda yang ditemukan oleh nelayan setempat.
“Benda baling-baling dan mesin itu diperkirakan sudah tua dan sudah puluhan tahun,” tuturnya.
Peristiwa penemuan mesin dan baling-baling pesawat tersebut ditemukan nelayan setempat di dasar laut. Belum diketahui bangkai pesawat itu berasal dari mana.
Baca juga: Penumpang Bercanda Bom, Pesawat Wings Air Tunda PenerbanganSaat itu, dua nelayan Campurejo Panceng Gresik, yakni Muhajir dan Nafik sedang mencari ikan di diperairan umpal hijau sebelah utara Surabaya. Saat mencari ikan, jaring mereka seperti tersangkut sesuatu barang yang berat.
Penasaran dengan hasil temuannya, dua nelayan ini lalu berusaha mengangkat jaring di permukaan laut. Keduanya malah terkejut mendapati benda besi menyerupai mesin pesawat dan baling-baling.
Temuan benda besi menyerupai bangkai pesawat itu kemudian dibawa ke daratan. Tapi perahu mereka tidak kuat untuk membawanya.
Keduanya lalu mencari bantuan sesama nelayan, barang temuan yang diduga mesin dan baling-baling pesawat tersebut dibawa dua perahu dan tiba dipelabuhan nelayan KR Tumpuk Campurejo.
Hingga kini belum diketahui, bangkai mesin pesawat ini memiliki nilai historis atau hanya sekedar pesawat biasa. Namun pengangkatan bangkai pesawat membutuhkan tenaga ekstra.
Setidaknya butuh tiga kapal untuk membawa bangkai ini sampai ke daratan Gresik. Bahkan imbas dari penarikan bangkai pesawat beserta baling-baling ini, jaring nelayan rusak.
Sementara itu, Kades Campurejo, Amudi, menambahkan jika dugaan sementara bangkai mesin pesawat beserta baling-baling yang ditemukan warganya merupakan peninggalan zaman perang dunia ke dua. Kendati demikian kebenaran ini masih didalami pihak berwenang.
“Dugaan sementara bangkai pesawat perang dunia, karena beberapa bulan lalu ditemukan kerangka pesawat di Lamongan. Kemungkinan juga satu rangkaian,” beber dia.
Nah, Khusus untuk penemuan bangkai pesawat oleh nelayan Paciran, Pegiat Sejarah Begandring Surabaia, Zaki Yamani, menduga kerangka pesawat tersebut bagian dari sayap pesawat pembom Martin 166 WH-3.
"Jadi itu Martin 166, kan ada macam - macam, ada WH-2, WH-5. Itu yang diduga, orang menyebutnya pembom Martin," katanya, seperti dilansir detik.com. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar