klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Upaya Pencegahan serta Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Petugas saat mengecek penanganan PMK ( KLIKJATIM/Iskandar)
Petugas saat mengecek penanganan PMK ( KLIKJATIM/Iskandar)

KLIKJATIM.Com | Nganjuk - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular. Penyakit ini menyerang semua hewan berkuku belah/genap, seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba termasuk juga hewan liar seperti gajah, rusa dan sebagainya.

Virus dapat bertahan lama di lingkungan, dan bertahan hidup di tulang, kelenjar, susu serta produk dari susu. Masa inkubasi 1-14 hari, virus awet dalam pendinginan dan terinaktivasi oleh temperatur > 500 dan terinaktivasi pada pH < 6,0 & pH > 9,0.

Penyakit ini ditandai dengan adanya pembentukan vesikel atau lepuh dan erosi di sekitar mulut, lidah, gusi, nostril, puting, dan di kulit sekitar kuku, pincang dan bahkan kuku bisa terlepas, hipersalivasi, hewan lebih sering berbaring; pada ternak potong terjadi penurunan bobot badan dan pada ternak perah terjadi penurunan produksi susu yang drastis.

Morbiditas biasanya tinggi mencapai 100%, namun mortalitas/tingkat kematian untuk hewan dewasa biasanya sangat rendah, akan tetapi pada hewan muda bisa mencapai 50%.

Sebagai upaya pengendalian penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan percepatan vaksinasi bagi hewan ternak.

"Vaksinasi PMK kali ini dilakukan secara door to door, yakni tim mendatangi langsung ke kandang para peternak," ucap Neneng Susanti selaku Medik Veteriner Disperta Kabupaten Nganjuk kepada wartawan, Selasa (20/06/2023).

Disampaikan Neneng Susanti, ada empat tim yang akan mendistribusikan sekitar 300 dosis vaksin di Desa Sekaran, Kecamatan Loceret tersebut.

Lebih lanjut, Neneng Susanti menghimbau para perternak sapi dan kambing untuk memastikan kebersihan kandang. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan dengan penyemprotan disinfektan serta selalu berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk.(isk/rtn)

Editor :