KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Ribuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Tulungagung belum diperbaiki.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Tulungagung, Anang Pratistianto mengatakan, bahwa saat ini masih banyak masyarakat di Tulungagung yang masuk dalam kategori memiliki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
"Masih ada 6000 rumah di Tulungagung yang tergolong RTLH," katanya.
Anang mengungkapkan, pada tahun 2023 hanya ada 310 RTLH yang akan mendapatkan bantuan bedah rumah.
Menurutnya, 310 RTLH tersebut akan diperbaiki menggunakan dua sumber anggaran, yaitu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tulungagung dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
"Kalau rinciannya ada 74 RTLH yang akan diperbaiki menggunakan APBD Tulungagung dan 236 melalui program BSPS yang pendanaannya dari APBN. Jadi total ada 310 RTLH akan diperbaiki tahun ini," ungkapnya.
Baca juga: Puluhan Warga Binaan Lapas Tulungagung Dipindahkan, Ada Apa?
Anang menambahkan, untuk biaya renovasi RTLH yang menggunakan APBD Tulungagung, pihaknya akan menggelontorkan anggaran mencapai Rp1,48 Miliar.
Sementara itu, untuk renovasi RTLH dengan menggunakan APBN senilai Rp4,7 Miliar. Program tersebut akan dilakukan dibeberapa kecamatan yang tersebar di Tulungagung.
"Perbaikan RTLH yang menggunakan APBD Tulungagung tersebar di 15 kecamatan, kalau APBN ada di 7 kecamatan," imbuhnya.
Disinggung soal penanganan ribuan RTLH yang belum mendapatkan bantuan program bedah rumah, Anang menegaskan, pihaknya akan berusaha untuk memperkecil angka RTLH di Tulungagung dengan menggunakan APBD Tulungagung.
Kendati demikian, pihaknya juga berharap ada bantuan dari APBN yang lebih banyak, sehingga tidak ada lagi masyarakat Tulungagung yang masih memiliki rumah tidak layak huni.
"Berapa pun nilai anggarannya akan kami upayakan. Targetnya tahun ini ada 100 RTLH yang dapat diperbaiki menggunakan APBD Tulungagung. Kalau usulan kami penggunaan APBN bisa terpenuhi, maka dapat meminimalisir angka RTLH," pungkasnya. (qom)
Editor : Iman