klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pelajar SMP Disetubuhi Pacarnya Hingga Empat Kali

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Orang tua Melati (14) kalang kabut ketika dibisiki putrinya yang masih kelas 2 SMP telah dinodai pecarnya hingga 4 kali. Pria yang meniduri putrinya adalah Abd (18) warga Sampang, Madura yang diklaim sebagai pacar Melati sejak Desember 2019. Kini kasus persetubuhan anak di bawah umur ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.

AKP Ruth Yeni, Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya menjelaskan, orang tua korban memang melaporkan kejadian itu ke polisi. Setelah mendalami laporan, polisi kemudian menangkap tersangka di rumah neneknya di Sampang Madura. Tersangka bakal dijerat dengan UU Perlindungan Anak.

[irp]

Dalam pemeriksaan diketahui awal mula tersangka meniduri korban setelah mendapat bujukan melalui pesan whatsapp. Karena tak diawasi oleh orangtuanya, FN pun terpancing bujuk rayu ABD untuk melayani pesan ‘panas’ lelaki yang duduk di bangku SMK. Usai berbalas pesan dewasa, pelaku pun mengaku tak sabar hingga akhirnya nekat masuk kamar korban.

“Kesalahannya adalah orangtua tidak melakukan pengawasan ponsel pintar anak gadisnya. Jadi pesan singkat berbau dewasa pun tak terbatasi dan keduanya nekat usai sang gadis kena bujuk rayu. Bujuk rayu pelaku akan menikahi korban kalau sudah lulus sekolah. Korban yang masih lugu pun takluk bujuk rayu pelaku. Total pelaku sudah menyetubuhi korban empat kali,” kat AKP Ruth Yeni.

[irp]

Dengan diiming-imingi akan dilamar, seorang gadis belia berinisial FN, 14, gadis Surabaya dicabuli kekasihnya ABD (18) yang juga warga surabaya. Ulah bejat ABD itu dengan cara mengajak korban tidur bersama dan berhubungan layaknya pasangan suami istri. Perlakuan tak senonoh tersangka terhadap korban sudah semenjak dua sejoli ini menjalin hubungan pacaran pada Desember 2019 hingga Januari 2020 lalu.

Tersangka mengaku, lanjut Ruth, telah melakukan hubungan badan dengan korban sebanyak tiga kali di rumah korbandan satu kali di Sampang, Madura tepatnya di rumah nenek tersangka. "Tersanka sudah kami tahan dan sekarang menjalani pemeriksaan secara intensif," pungkas Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya. (hen)

Editor :