klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kapolres Gresik Sidak PT KAS, Pastikan Physical Distancing Dilakukan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo saat datang di area PT KAS Gresik. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo saat datang di area PT KAS Gresik. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Polres Gresik melakukan inspeksi mendadak di pabrik PT Karunia Alam Segar (KAS) Wings Grup Jalan Raya Sukomulyo, Roomo, Manyar pada Rabu (1/4/2020). Operasi Gabungan TNI-Polri bersama muspika Manyar itu untuk mengecek pelaksanaan Physical Distancing di area pabrik.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengatakan di PT yang memproduksi bahan makanan dan minuman itu sudah melakukan Physical Ditancing.

[irp]

"Kita tadi sudah melihat penerapan tertib Physical Distancing mulai dari antrian keluar masuk karyawan pabrik tidak berdesakan. Dengan diberikan batas antrian, sekligus batasan-batasan per orang, sehingga jarak antar orang per orang 1 meter," katanya.

Bahkan lanjut Kusworo, proses di dalam pabrik yang ada sidik jari maupun akses kartu itu juga diberikan batasan 1 meter orang per orang. "Ada SOP pemeriksaan kesehatan, hand satinizer cuci tangan, thermogun (alat pengukur suhu), seandainya ada pekerja suhunya di atas 38 akan dilaporkan dan dirujuk ke puskesmas atau dinas kesehatan," tambah alumni Akpol tahun 2000 itu.

Kapolres berterimah kasih atas kinerja perusahaan yang menjalankan standar operasional prosedur (SOP) Physical distancing di PT KAS. "Semoga seluruh industri di Kabupaten Gresik bisa melakukan physical disatnacing dan higenitas kesehatan pekerjanya," pungkas perwira dengan dua melati di Pundaknya.

Sementara itu, Human Resources and General Affair (HRGA) PT KAS Gresik Peter Sindaru menjelaskan, dalam menjalan surat edaran dan himbauan dari pemerintahan untuk penanganan pencegahan Covid-19. "Sejak himbauan itu diperintahkan, kami sudah mengikuti dan menerapkan di Perusahaan kami, dari physical distancing, hand satitizer itu diterapkan untuk semua karyawan kita," katanya.

[irp]

Begitu juga dalam proses produksi lanjut Peter, pihaknya juga menerapkan physical distancing agar tidak berkerumun. Dan untuk ibadah sholat Jumat juga mengikuti hinbauan dari MUI untuk di laksanakan di rumah masing-masing.

"Dengan 16.000 karyawan, kita bagi tiga shift, semunya masih belum ada tanda gejala dari virus corona," ujarnya.

pihaknya tidak akan meliburkan karyawannya dalam antisipasi pencegahan Covid-19 karena industri makanan dan minuman di indonesia sangat dibutuhkan, otomatis kebutuhan pangan ini menjadi ketahanan pangan sebagai kontribusi untuk negara. "Seyogiyanya produksi industri makanan dan minuman tetap berkontribusi untuk negara kita," katanya

Dan jika ada salah satu karyawan yang terpapar pihaknya akan mengikuti aturan pemerintah. "Kita serahkan ke pemerintah," pungkasnya. (iz/bro)

Editor :