KLIKJATIM.Com | Tulungagung--Ratusan warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Tulungagung diprediksi bisa menunaikan ibadah haji tahun ini. Itu setelah ada kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi terkait kuota haji.
Kepala Kemenag Tulungagung, Muhajir mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu aturan lanjutan pasca keputusan tersebut.
"Keputusan terbaru, sudah tidak ada lagi pembatasan usia CJH dan kuotanya dikembalikan ke 100 persen" ujarnya, Rabu (11/01/2023).
Muhajir mengatakan, pada tahun 2022 yang lalu ketika kuota jamaah haji Indonesia baru 45 persen, jumlah Jamaah haji yang diberangkatkan asal Tulungagung sebanyak 400 orang, ketika nantinya kembali ke 100% maka diprediksi jumlah jamaah haji bisa mencapai 1100 orang jamaah.
Dengan aturan baru yang tidak lagi membatasi usia calon jamaah haji, maka diprediksikan ratusan jamaah haji akan mendominasi jamaah di tahun 2023 nanti.
"Lansia ini kan CJH Lansia yang belum berangkat di tahun 2022 yang lalu, saat itu kan ada pembatasan kuota dan ada pembatasan usia CJH," jelasnya.
Muhajir mengakui, sepanjang pandemi kemarin ada beberapa Calon Jamaah Haji (CJH) asal Tulungagung yang membatalkan porsi keberangkatan maupun menarik uang pelunasannya, bagi CJH yang membatalkan porsinya maka harus mengulang lagi dari awal namun jika CJH hanya menarik lagi pelunasannya maka yang bersangkutan tidak perlu daftar dari awal.
"Kalau yang hanya menarik pelunasannya saja, tetap dapat porsinya, tapi kalau yang membatalkan ya harus mendaftar sejak awal, harus menunggu seperti CJH lainnya," ucap Muhajir.
Dengan kemungkinan dominasi Lansia ini, maka sejumlah strategi untuk memastikan CJH bisa beribadah dengan nyaman akan dilakukan oleh pihaknya.
Salah satunya dengan menyiapkan petugas kloter yang siap untuk segala kondisi saat jamaah haji dilaksanakan.(mkr)
Editor : Iman