KLIKJATIM.Com | Gresik - Pemda Kabupaten Gresik memamerkan wisata baru Bandar Grissee, dengan menggelar sejumlah kegiatan dalam rangkaian launching. Salah satunya rencana akan hadir Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno pada Minggu (18/12/2022) sore ini.
Namun sebelumnya para pengunjung yang sedang menikmati nuansa baru kawasan wisata heritage Bandar Grissee, telah dihibur beragam suguhan acara pada Sabtu (17/12/2022) malam. Menariknya saat itu kehadiran Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani beserta Wakilnya, Aminatun Habibah dan Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani telah mengajak sejumlah tamu istimewa bersafari.
Rombongan itu di antaranya Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi beserta istri. Serta para Ketua TP-PKK yang sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Kota Nganjuk, Pacitan, Madiun, Ngawi, Ponorogo, Kediri, Mojokerto. Pun hadir perwakilan Dekranasda Kabupaten Magetan, Probolinggo dan Blitar.
Tidak cukup hanya itu. Juga ada perwakilan Konsulat Jenderal (Konjen) Australia dan Konjen Jepang, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Forkopimda Kabupaten Gresik.
Rombongan tamu istimewa tersebut pun diajak menikmati nuansa kota tua dengan menaiki mobil klasik. Pantauan di lapangan, mereka berangkat dari Pendopo Kabupaten Gresik melintasi Gedung Nasional Indonesia (GNI) yang sebentar lagi bakal menjadi ikon kebanggaan warga Gresik. Kemudian berbelok melintas ke kawasan wisata religi Maulana Malik Ibrahim.
Setibanya di kawasan wisata religi ini, rombongan menyempatkan berhenti dan menyapa warga sekitar. Di sela-sela itu, tour leader menjelaskan kepada rombongan terkait sejarah masa lampau di kawasan setempat.
Diceritakan bahwa peradaban Islam awalnya mulai dari Desa Gapuro Sukolilo, yang saat ini dijuluki sebagai gerbang para wali. Serta di dalam komplek makam Maulana Malik Ibrahim juga ada makam Bupati pertama Gresik, Poesponegoro.
Setelah dari jalan Malik Ibrahim, rombongan beranjak menuju kawasan pecinan. Kawasan ini juga mempunyai nilai sejarah, termasuk keberadaan Klenteng Kim Hin Kiong yang merupakan salah satu klenteng tertua di Jawa.
"Ini merupakan salah satu klenteng tertua di Jawa. Diperkirakan sudah ada sejak abad ke 12, atau tepatnya pada tahun 1153 Masehi. Masih sezaman dengan era Kerajaan Majapahit," kata Gus Yani, sapaan Bupati Gresik kepada rombongan tamu-tamunya saat menjelaskan sekilas tentang klenteng tersebut.
Setelah itu, Gus Yani mengajak rombongan menuju kawasan Gajah Mungkur. Bupati pun menerangkan tentang sejarah berdirinya bangunan tersebut. Bahkan tak sedikit wisatawan hingga peneliti yang sering berkunjung ke Gajah Mungkur untuk mengulas sejarah yang ada.
Selanjutnya, Gus Yani juga menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat terkait kehadiran Wisata Kota Tua ini. Wisata heritage Bandar Grissee ini adalah ikon yang dipersembahkan untuk masyarakat di dalam kota maupun luar kota, bahkan luar negeri.
"Semua kalangan bisa menikmati kawasan ini sebagai tempat wisata kota tua," ujarnya.
Lebih lanjut Gus Yani mengatakan, Gresik memiliki peradaban multi etnis yang tidak dimiliki wilayah manapun. Gresik adalah etalase toleransi multi etnis, multi ras dan multi agama yang tidak dimiliki daerah lain.
"Karena sejarah tidak bisa diputar lagi, tetapi bisa jadi pelajaran berharga dengan membangunnya kembali. Dalam prosesnya, sekaligus kita bisa menghidupkan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Dia berharap seluruh elemen masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) ikut aktif mendukung, sekaligus mengenalkan destinasi wisata Bandar Grissee dan Tenun Gresik. Sebab Kabupaten Gresik memiliki potensi wisata dan budaya luar biasa.
"Kabupaten Gresik membutuhkan tangan-tangan terampil yang inovatif dan kreatif untuk mengembangkan potensi wisata dalam rangka mendorong pembangunan daerah di sektor pariwisata,” tandasnya. (nul)
Editor : Redaksi