KLIKJATIM.Com | Tulungagung- Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo bersama dengan Wakil Bupati, Gatut Sunu, Kepala Dinas Sosial, Suyanto serta perwakilan pihak bank menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada sejumlah penerima, pada Rabu (05/10/2022).
Penyerahan berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Tulungagung. Dalam kesempatan itu, BLT yang diserahkan adalah Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) dan penerima Bantuan Langsung Program Asistensi Kesejahteraan (Prakarsa).
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengatakan, total bantuan yang diberikan kepada penerima BLT DBHCT senilai Rp 800 ribu untuk 4 bulan, sedangkan untuk penerima BLT Prakarsa senilai Rp 600 ribu untuk 3 bulan.
BLT DBHCT merupakan bantuan yang bersumber dari dana bagi hasil cukai tembakau sedangkan BLT Prakarsa bersumber dari APBD untuk pengentasan kemiskinan.
"Ada dua bantuan yang kami salurkan secara simbolis hari ini, selanjutnya akan disalurkan melalui DInas Sosial,"ujarnya.
Pihaknya berharap, bantuan yang diberikan bisa meringankan beban penerima, terutama Lansia yang masuk kategori miskin. Serta pekerja di industri rokok yang selama ini masih membutuhkan bantuan.
"Harapanya bisa untuk membeli kebutuhan pokok, jangan untuk kebutuhan yang tidak perlu," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Suyanto mengatakan.
Tahun ini sebanyak 172 Lansia berusia diatas 70 tahun yang terdata sebagai penerima BLT Prakarsa.
Sedangkan penerima BLT DBHCT di kabupaten Tulungagung tahun ini mencapai lebih dari 4300 orang, terdiri dari pekerja industri rokok, hingga buruh tani tembakau.
"Mereka yang menerima ini adalah yang masuk kriteria, baik yang Lansia miskin maupun yang penerima DBHCT," tuturnya.
Sementara itu salah satu penerima BLT Prakarsa, Sukani (78) warga Tulungagung mengaku senang dengan bantuan yang diterimanya.
Terlebih selama ini Sukani sudah tidak lagi bekerja sebagai tukang becak dan tinggal bersama dengan anak dan cucunya.
"Duitnya untuk beli beras dan kebutuhan sehari-hari, apalagi sekarang aktifitasnya hanya ngarit saja, sudah tidak kerja lagi," terangnya.(mkr)
Editor : Iman