klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ada 11 ODP Covid-19 di Bawean

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Petugas kesehatan didampingi polisi dan TNI mengecek penumpang yang turun dari kapal di Pelabuhan Bawean. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)
Petugas kesehatan didampingi polisi dan TNI mengecek penumpang yang turun dari kapal di Pelabuhan Bawean. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Perkembangan orang dalam pemantauan (ODP) corona virus disease Covid-19 di Bawean ada 11 orang dengan rincian 7 dari Kecamatan Tambak, 4 dari Kecamatan Sangkapura. 

Informasi dari satuan gugus Satgas Covid-19 Pemkab Gresik itu membuat sebagian warga Bawean terus antisipasi dan waspada. Seperti halnya Ulul Azmi (30) asal Bawean mengaku resah dengan ODP di Bawean. Ia mengatakan,  di Bawean masih belum ada alat medis cek Covid-19.

"Kalau dibawa ke Jawa juga harus steril biar tidak menular ke yang lain," keluhnya.

Menurutnya, semalam Kamis, (26/3/2020) pihaknya cek di RS Umar Masud Sangkapura Bawean. Disana ada tulisan rujukan pasien Covid-19, ternyata disana tidak ada alatnya, dan tidak lengkap alat untuk penanganan Covid-19.

"Kabarnya tidak dihiraukan Dinkes, tidak mendapatkan apa-apa, terus gimana  kalau ada apa-apa," ujar Azmi  yeng menirukan perkataan salah satu perawat di Bawean.

Komandan Satgas Kabupaten Gresik Covid-19 M. Nadlif mengatakan, untuk orang dalam pemantauan (ODP) yang berjumlah 11 orang dengan perincian 7 dari Kecamatan Tambak, dan 4 dari Kecamatan Sangkapura itu masih bisa ditangani di Bawean.

"Untuk ODP di Bawean masih bisa ditanagani oleh petugas yang selalu cek ke rumahnya, serta dengan karantina atau isolasi 14 hari," katanya kepada klikjatim.com, Jum'at (27/3/2020)

[irp]

Terkait untuk lockdown pelayaran, pihaknya sudah mengurangi jam operasional kapal. "Belum bisa lockdwon, dengan pertimbangan takut ada hal yang urgen untuk dibawa ke daratan pulau Jawa atau Gresik, kami sudah mengurangi jadwal pelayaran kapal yang semula 3 kali seminggu, menjadi dua kali seminggu kapal berangkat dari Bawean-Gresik, atau Gresik-Bawean," tuturnya.

Sementara itu, Direktur RS Umar Mas’ud Bawean, dr Tony S Hartanto menjelaskan, 11 ODP di Pulau Bawean berdasarkan tim surveilans dari puskesmas yang melaporkan ke Dinas Kesehatan serta Satgas. "Semua itu ada di Bawean karena memang laporan tersebut dari Bawean," katanya

Lanjut Tony, memang Bawean banyak orang dengan resiko (ODR), apalagi sekarang Gresik masuk zona merah. Orang dalam pemantauan (ODP)itu urusannya batuk pilek dan disiolasi di Rumah selama 14 hari. 

[irp]

"Untuk pengawasan ODR, ODP ada di Puskesmas, karena  itu kewenangan kewilayahan. Serta Poskesdes (pos kesehatan desa) yang menyertai bhabinkabtimbas, bahbinsa, perangkat desa," pungkasnya.

Diketahui, jumlah ODR di Gresik 691 orang, ODP 90 orang, ODP yang masih dipantau 76 orang dan ODP selesai pemeriksaan 14 orang, PDP 22, dengan rincian PDP yang dirawat 17, PDP yang sembuh 4, dan 1 PDP meninggal dunia. Lalu ada 1 orang positif Covid-19. (iz/bro)

Editor :