klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Atlet Gresik Dominasi Puslatda Panjat Tebing Jatim

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Surabaya  - Pelaksanaan pemusatan latihan daerah (Puslatda) belum diputuskan KONI Jawa Timur. Namun sejumlah cabang olahraga sudah mengantongi atlet yang diproyeksikan puslatda. Atlet potensial itu didapat melalui Porprov 25 Juni-2 Juli lalu.

Salah satunya adalah panjat tebing. Pengprov FPTI Jawa Timur telah memasukkan atlet potensial untuk diproyeksikan masuk puslatda. Sejumlah atlet asal Kabupaten Gresik diperkirakan mendominasi atlet proyeksi puslatda.

Ketua Umum Pengprov FPTI Jatim, Dhanu Iswara mengatakan pihaknya telah mendapat laporan dari bidang pelatih. Namun ia belum bersedia memberi bocoran nama-nama atlet serta daerah asal, untuk diproyeksikan masuk puslatda.

“Mayoritas (proyeksi puslatda) peraih medali emas Porprov. Tapi saat ini masih belum kami umumkan nama-namanya, karena puslatda belum dimulai,” katanya Jumat (8/7/2022).

Bila merujuk hasil Porprov di Situbondo Juni-Juli 2022 lalu, sejumlah atlet Gresik berpotensi masuk puslatda. Masalahnya Kota Pudak ini berhasil merebut juara umum cabang olahraga panjat tebing, dengan tujuh emas, lima perak, dan empat perunggu.

“Memang mayoritas peraih emas. Tapi tidak semua peraih medali masuk, karena atlet yang tidak meraih emas juga diproyeksikan masuk puslatda,” tegas Dhanu.

Alumnus UPN Veteran ini menerangkan penilaian lain berdasarkan dari geometri, kondisi fisik, dan postur atlet. Harapannya untuk disesuaikan dengan kategori yang dilombakan. Menurutnya atlet yang lentur idealnya turun di kategori boulder atau lead.

Sejalan dengan itu, FPTI Jatim kerap memunculkan atlet berprestasi melalui Porprov. Sejak multievent terbesar di Jawa Timur ini dilombakan pada 2007, banyak atlet berprestasi yang bermunculan.

Nama-nama seperti Nanda Dea, Kharisma Ragil (keduanya dari Gresik), Rindi Sufrianto (Probolinggo), dan Fatkhur Roji (Surabaya) muncul melalui Porprov. Di antara nama-nama tersebut ada yang masih mengisi kursi Puslatda PON XX/2021 silam.

“Sebetulnya banyak atlet yang sudah dipantau sejak kejuaraan kelompok umur, baik skala provinsi maupun nasional. Nah, Porprov ini memudahkan pemantauan atlet berprestasi,” Dhanu menambahkan.

Ia menegaskan bahwa hasil Porprov bukan semata-mata pemantauan tim pelatih. Talent scouting telah melakukan penilaian sejak atlet masih mengikuti kejuaraan usia dini hingga level junior. (arif)

Editor :