klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kaca Rumah Warga Gedangan Dilempar Botol, Dugaan Libatkan Oknum Anggota Perguruan Silat

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kaca rumah korban yang dilempar pelaku. (Satria Nugraha/klikjatim.com)
Kaca rumah korban yang dilempar pelaku. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Rumah Edi Heri Wardoyo, warga Desa Ganting, Kecamatan Gedangan dirusak orang tidak dikenal yang diduga oknum anggota perguruan silat pada hari Minggu (19/6/2022) pagi. Akibatnya, kaca depan rumah korban pecah.

Aksi pengerusakan tersebut terekam CCTV. Dalam rekaman itu, awalnya tampak segerombolan pemuda naik sepeda motor dari arah Gedangan menuju Sukodono.

Nah, tepat di utara sungai, beberapa pemuda berlari melewati jembatan. Sesampai di depan rumah korban, pelaku yang berkasos hitam melemparkan benda keras sehingga memecahkan kaca depan rumah korban. Pelaku langsung lari kembali ke utara sungai dan melanjutkan naik motor dan kabur ke arah Sukodono.

Edi yang merupakan sesepuh sebuah perguruan silat mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.15 WIB. “Tiba-tiba ada suara keras. Setelah saya mendekat ternyata kaca depan pecah dilempar botol. Pecahan kaca dan botol berserakan di ruangan depan,” terangnya, Senin (20/6/2022) siang.

Dia menambahkan, teror terhadap dirinya sudah seringkali terjadi. Namun sejak bulan September lalu teror semakin intens dan terjadi hampir setiap minggu. Bahkan beberapa waktu lalu, gerombolan pemuda berbaju hitam sempat masuk ke rumah Edi.

“Dua pemuda sempat saya pegang. Mereka membawa senjata di punggungnya. Saya sempat dipukul,” ucapnya.

Menurut Edi, setiap malam Minggu seringkali gerombolan motor menggeber-geber gas di depan rumah saya. “Saya ini bingung. Padahal saya tidak punya musuh dan kepingin hidup damai. Hal tersebut membuat istri saya trauma dan sempat ingin pindah rumah,” keluhnya.

Sejatinya, Edi telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat. “Namun sampai sekarang tidak ada tindakan, meskipun laporan saya diterima. Keluarga dan tetangga saya ingin hidup tentram,” imbuhnya.

Sementara itu kuasa hukum korban, Rahadi Sri Wahyu Jatmika mengatakan, pihaknya akan mendampingi secara hukum kepada korban maupun warga sekitar atas aksi teror yang terjadi. “Beberapa warga di sini diancam dengan senjata tajam dan dipukuli oleh gerombolan pemuda. Beberapa warung warga juga ikut dirusak,” jelasnya.

Dia ingin ada tindakan tegas dari kepolisian. “Kami akan melaporkan kejadian ini ke Kapolda Jatim agar menjadi atensi kepolisian di bawahnya,” ucapnya. (nul)

Editor :