klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Miris, 6 Bocil di Ponorogo Nekat Curi Onderdil Diesel

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
 Pres rilis kasus pencurian onderdil diesel di Ponorogo. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)
Pres rilis kasus pencurian onderdil diesel di Ponorogo. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Enam orang anak di bawah umur asal Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo telah berurusan dengan hukum. Mereka pun diamankan ke Mapolres Ponorogo.

Pasalnya, keenam bocah cilik (bocil) yang usianya antara 13 sampai 17 tahun itu nekat mencuri onderdil diesel. 

"Masih sekolah. Ada SMP kelas 7 dan 8. Paling tua ya SMK kelas XI," ujar Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo, Kamis (9/6/2022). 

Awal kasus ini mencuat setelah petani banyak yang resah. Karena onderdil dieselnya di sawah banyak yang hilang. Dari situ polisi melakukan penyelidikan. 

Di waktu yang hampir bersamaan, ada tukang loak yang curiga. Pasalnya para bocil menjual secara loak onderdil diesel. Padahal barang yang dijual itu masih bagus. 

"Awalnya curiga. Kemudian bilang ke polisi juga. Kami sambungkan antara keresahan petani dan penjual loak itu," katanya. 

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, polisi menangkap 6 bocil itu. Mereka mengakui telah melakukan pencurian onderdil diesel. 

"Ada 7 TKP yang telah dicuri. Semuanya di sawah. Yang disasar memang diesel yang ada di sawah," tambah lulusan AKPOL 2003 ini. 

Sementara, Kapolsek Sambit, AKP Sutriatna mengaku jika para pelaku melancarkan aksinya mulai bulan Mei akhir dan awal Juni. Saat penangkapan dilakukan di rumah salah satu tersangka. 

"Penangkapan penggeledahan beberapa onderdil diesel ada yang di rumah. Tetapi ada yang dibuang ke sungai," kata mantan Kapolsek Ngrayun ini. 

Dia menegaskan, setelah mencuri dengan kunci inggris, hasil curiannya dibuang ke sungai. Lalu diambil besoknya dan dijual ke pasar loak. 

"Penghasilannya dibuat untuk ngopi. Tidak banyak sebenarnya. Sekali jual Rp150 ribu. Dibagi rata, hanya untuk ngopi dan membeli rokok," terangnya. 

Menurutnya, dari 6 pelaku itu yang menjadi otak adalah salah satu tersangka masih berusia 14 tahun. "Bukan belajar di Youtube. Mereka punya keahlian. Karena salah satu ada yang di SMK. Mungkin dari pelajaran juga bisa," pungkasnya. (nul)

Editor :