KLIKJATIM.Com | Gresik — Anggaran yang dibutuhkan untuk menanggulangi banjir rob di Gresik ternyata sangat besar. Pemerintah harus dibangun water breaker atau pemecah ombak, agar air laut yang pasang tidak masuk ke pemukiman maupun tambak serta abrasi.
Anggota Komisi II DPRD Gresik Dapil Manyar, Bungah dan Sidayu Syahrul Munir menyampaikan, untuk wilayah Mengare saja harus dibangun pemecah ombak sepanjang minimal 15 kilometer. Dan proses pembangunannya pun harus menggunakan alat berat melalui jalur laut.
"Kalau mengandalkan anggaran pemerintah daerah Gresik saja tidak mampu untuk mengatasinya," kata dia tanpa merinci besarnya anggaran yang dibutuhkan.
Karena itu pihaknya melakukan komunikasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Pusat untuk segera diberikan solusi.
Kendati demikian, sambung Syahrul, pemerintah daerah tetap bisa hadir untuk meringankan beban masyarakatnya yang tertimpa musibah banjir rob, utamanya petambak. Sebab, ikan yang dibudidayakan hilang terbawa air pasang ke laut.
"Paling tidak bantuan berupa bibit/benih ikan bandeng sebagai pengganti. Ini sebagi wujud hadirnya pemerintah untuk perlindungan masyarakat juga," sambungnya.
Sementara itu Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir juga mengakui anggaran untuk membangun break water sangat besar.
Kabupaten Gresik sendiri menurut Qodir pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat untuk pembangunan break water di Desa Campurrejo Kecamatan Panceng.
"Break water disitu yang membangun pemerintah pusat beberapa tahun yang lalu. Kalau biaya pembangunannya dari APBD Gresik, terlalu besar anggarannya," beber Qodir.
Seperti diberitakan sebelumnya, banjir rob melanda di Kecamatan Gresik, Ujungpangkah, Manyar, dan Bungah yang menyebabkan pemukiman maupun tambak terendam serta abrasi Kamis (19/05/2022).
Yang terparah di wilayah Mengare yang meliputi Desa Tajung Widoro, Watuagung dan Kramat Kecamatan Bungah. Puluhan hektar tambak tenggelam akibat banjir rob.
Bahkan, areal tambak tampak seperti lautan. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Tingginya air pasang membuat pematang di beberapa lahan tambak jebol.
Alhasil, berdampak pada puluhan tambak yang lain hingga mengakibatkan tenggelam. Para petani tambak kelimpungan. Sebab, banyak ikan yang seharusnya siap dipanen terpaksa harus lepas ke laut.
Berbagai cara dilakukan para petani tambak untuk menyelamatkan lahan maupun ikan mereka. Misalnya dengan menaikan bendungan tambak dan memasang jaring pembatas, namun gagal karena pasang air laut sangat besar. (ris)
Editor : Abdul Aziz Qomar
Usai Isi BBM, Mobil MBG ‘Nyelonong’ Masuk Permukiman
mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Donomulyo, Kabupaten Malang, tampaknya terlalu semangat berbagi…
Tuntut Transparansi UKT, Ratusan Mahasiswa Geruduk Rektorat Universitas Jember
KLIKJATIM.Com | Jember – Gelombang protes mahasiswa mewarnai lingkungan Universitas Jember (UNEJ). Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam…
Sinergi Membangun Daerah: DPRD Lamongan Sampaikan Rekomendasi Strategis Atas LKPJ Bupati 2025
KLIKJATIM.Com | Lamongan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan secara resmi menyampaikan rekomendasi…
Perpanjangan STNK Kini Tak Wajib KTP Pemilik Lama, Samsat Sampang Ingatkan Balik Nama 2027
KLIKJATIM.Com | Sampang – Korlantas Polri mengeluarkan kebijakan nasional yang memperbolehkan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tahunan tanpa h…
Wujudkan Asta Cita, Bojonegoro Masuk Daftar 15 Kabupaten Berkinerja Terbaik Nasional
KLIKJATIM.Com | Jakarta – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali mengukuhkan posisinya di jajaran elite…
Nekat Akhiri Hidup, Remaja Jember Ditemukan Meninggal Dunia di Belakang Ponpes
KLIKJATIM.Com | Jember – Warga Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang remaja laki-laki berinisial A…