KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina menjabarkan sejumlah ciri-ciri anak yang terjangkit hepatitis akut.
Ciri-ciri itu mulai dari penurunan kesadaran, Pyrexia (Demam Tinggi), muncul perubahan warna urin (gelap) dan/ atau feses (pucat), Jaundice (terjadinya perubahan warna menjadi kekuningan pada kulit, bagian putih dari mata, dan juga membran mukosa anak) dan Pruritis (gatal pada kulit).
"Selain itu, ciri lain adalah Arthralgia/ myalgia (Nyeri Sendi atau pegal-pegal). Kemudian mual, muntah, atau nyeri perut. Ciri lain yakni, lesu, dan/ atau hilang nafsu makan dan diare," kata Nanik, Kamis (5/5/2022).
Ketika ditanya mengenai langkah pertama yang harus dilakukan jika ada anak terindikasi tertular hepatitis akut? Nanik pun meminta kepada orang tua agar tetap tenang. Selanjutnya, segera membawa anak tersebut ke Fasyankes terdekat untuk dilakukan penanganan dari Tim Medis dan pemeriksaan lebih lanjut."Juga, melaporkan ke Puskesmas di wilayah tempat tinggal untuk selanjutnya dilakukan investigasi (penelusuran) sebagai upaya pencegahan penularan," pesan dia.
Menurut Nanik, hingga saat ini belum diketahui secara pasti bahaya penyakit ini. Mengingat penyakit ini masih dalam tahap investigasi oleh WHO (organisasi kesehatan dunia). Berdasarkan laporan dari WHO, sampai saat ini kasus ditemukan pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun.
"Dikarenakan penyebabnya masih belum diketahui, maka penanganan yang dilakukan untuk mengurangi gejala yang timbul," ujarnya.
Meski demikian, Kadinkes pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan berhati-hati. Sebagai langkah pencegahan, ia berpesan agar masyarakat tetap menerapkan PHBS secara konsisten dalam berkegiatan sehari-hari dan di lingkungan tempat tinggal.
"Yakni, dengan cara mencuci tangan, meminum air bersih yang matang, makan-makanan yang bersih dan matang penuh, membuang tinja dan/ atau popok sekali pakai pada tempatnya, menggunakan alat makan sendiri-sendiri serta memakai masker dan menjaga jarak," tuturnya.
Sebagai bentuk deteksi dini, kata Nanik, jika menemukan anak dengan gejala-gejala seperti kuning, mual/ muntah, diare, nyeri perut, penurunan kesadaran/ kejang, lesu, demam tinggi pihaknya meminta agar segera mengakses dan memeriksakan ke Fasyankes terdekat. Juga, membatasi mobilisasi keluar rumah dan luar wilayah sehingga dapat mencegah risiko penularan penyakit.
"Dan terakhir adalah konsisten menerapkan protokol kesehatan dalam berinteraksi sosial dan berkegiatan sehari-hari," pungkasnya. (ris)
Editor : Redaksi
Bahlil Resmikan Mini LNG Plant PT SAG di Tuban, Produksi LNG Capai 55 Ribu Ton per Tahun
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meresmikan Mini LNG Plant milik PT Sumber Aneka Gas di Kabupaten Tuban, Kamis…
ASN Bangkalan Ditemukan Tewas di Mobil Bandara Juanda, Autopsi Ungkap Temuan Mengejutkan
Polisi mengungkap hasil autopsi terhadap RY, seorang aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Bangkalan yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil autopsi korba…
Gojek dan Grab Serempak Turunkan Potongan Aplikator Jadi 8 PPersen Mulai 1 Juli
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab Indonesia akan mulai menerapkan potongan aplikasi sebesar maksimal 8 persen dari semula 20 persen untuk layanan tran…
Kapasitas Giling PG Assembagoes Naik Jadi 5.500 TCD, Pasokan Tebu Menguat
KLIKJATIM.Com | Situbondo – Pabrik Gula (PG) Assembagoes di Kabupaten Situbondo mencatat peningkatan kapasitas giling pada musim giling 2026. Pabrik yang b…
Lowongan Kerja Bank Muamalat hingga 23 Juli 2026
Kabar baik bagi lulusan D3 dan S1 yang ingin berkarier di industri perbankan syariah. Bank Muamalat kembali membuka kesempatan bergabung melalui program Custome…
Libur Sekolah, Pelajar Diajak Tingkatkan Kesadaran Berkendara Aman Lewat Safety Riding Center MPM Honda Jatim
KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Masa libur sekolah yang identik dengan berbagai aktivitas rekreasi dan perjalanan bersama keluarga turut meningkatkan mobilitas p…