KLIKJATIM.Com | Gresik - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik mengaku kecolongan menyusul adanya sekolah, yang tidak mengindahkan Surat Edaran (SE) tentang larangan menggelar kegiatan di luar satuan pendidikan maupun agenda bersifat pengumpulan masa. Pasalnya, Minggu (15/3/2020) pagi tadi pihak sekolah tetap memberangkatkan rombongan siswa-siswi kelas VIII SMP 24 Cerme untuk study tour ke Bali.
Padahal, dalam SE bernomor 800/863/437.53/2020 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik, Mahin sudah tertulis jelas. Yaitu meminta kepada instansi di bawahnya untuk menunda kegiatan yang bersifat mengumpulkan banyak orang, atau kegiatan di lingkungan luar satuan pendidikan seperti berkemah, atau studi wisata. Adapaun surat tersebut diberikan sejak tiga hari lalu, pada hari Kamis (12/3/2020).
"Sudah berangkat tadi pagi, sekitar jam 8 pagi. Mereka berangkat dengan membawa lima bus ke Bali," ungkap salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Rencana study tour ini berlangsung tiga hari ke depan. "Tadi, informasinya (rombongan) sudah sampai Banyuwangi dan akan mau menyeberang ke Bali," lanjutnya.
[irp]
Dan, pihaknya baru mengetahui terkait surat edaran tersebut ketika rombongan sudah berangkat. "Saya tahunya dari grup WhatsApp (WA) dan selama ini tidak pernah disosialisasikan. Tetangga saya juga sama, baru tahu," imbuhnya.
Dengan kondisi yang demikian pihaknya merasa khawatir. Apalagi berdasarkan informasi yang beredar, kondisi saat ini di Bali mulai tampak lengang karena pencegahan untuk mengantisipasi penyebaran virus korona atau Covid-19.
Terlebih seperti diketahui, sejak kasus virus korona menjadi wabah hingga dinaikkan statusnya sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, red). Sehingga membuat kunjungan wisatawan ke Bali menurun.
Adapaun di Indonesia sendiri, kasus virus korona sudah ada 96 orang terinfeksi. Kemudian 5 orang meninggal dunia, dan 8 orang dinyatakan sembuh.
[irp]
"Dengan keadaannya yang seperti ini, ya kami minta segera pulang. Mending dibatalkan saja, namanya orang tua juga khawatir," tambah wali murid tersebut.
Secara terpisah, Kadispendik Gresik, Mahin mengakui baru mendapatkan informasi adanya sekolah yang tetap momong melakukan study tour ke Bali. "Saya baru tahu, nanti akan kita panggil kepala sekolahnya," tutur Mahin.
Apakah ada teguran atau sanksi? Kadispendik Gresik belum dapat menjelaskan secara gamblang. "Nanti menunggu dipanggil dulu sepulang mereka dari Bali," tutupnya. (iz/nul)
Editor : Redaksi