klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dinkes Kediri Temukan Jajanan Takjil Ramadan Mengandung Borak

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Petugas Dinkes Kabupaten Kediri saat memeriksa sample makanan yang diperiksa kandungan kimiawinya
Petugas Dinkes Kabupaten Kediri saat memeriksa sample makanan yang diperiksa kandungan kimiawinya

KLIKJATIM.Com | Kediri - Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri bersama petugas gabungan dari Loka POM menemukan jajanan ramadan yang mengandung bahan berbahaya jenis boraks. Jajanan irltu ditemukan dalam inspeksi di dua titik di Pasar Takjil Jalan Hayam Wuruk.

"Kami ambil dua titik. Di Jalan Hayam Wuruk kami ambil 20 sampel dan setelah kami uji ada satu positif diberi boraks," kata Kepala Loka POM di Kabupaten Kediri Joni Edrus Setiawan di Kediri, Rabu.

Ia mengatakan, jajanan pasar itu sengaja diberi boraks agar lebih kenyal. Sedangkan untuk jajanan pasar lainnya masih aman, tidak ditemukan kandungan bahaya. Selain jajanan pasar, juga ada beragam lauk dan minuman dan nihil bahan berbahaya.

Selain di pasar kaget Jalan Hayam Wuruk, petugas juga melakukan pemeriksaan di pasar kaget yang berlokasi di Taman Sekartaji, Kota Kediri. Petugas mengambil sampel sebanyak 15, dan semuanya nihil mengandung bahan berbahaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dokter Fauzan Adima mengatakan timnya juga sudah ke lapangan memberikan sosialisasi kepada para pedagang sekaligus investigasi.

"Kami sudah investigasi, kadang pedagang tidak tahu dapatnya dari mana. Kami lakukan pembinaan," kata dia.

Ia mengatakan, beberapa pedagang membeli bahan yang tidak bermerek. Hal itu diduga untuk menekan seminimal mungkin biaya produksi, sehingga membeli bahan dengan kualitas agak rendah.

Untuk itu, pihaknya menganjurkan agar pedagang saat produksi, sehingga produk yang dijualnya berkualitas.

"Saran kami pada pedagang, untuk kenyamanan dan keamanan membeli bahan yang berkualitas, bermerek, ada merek dagangannya," kata dia.

Ia juga menambahkan, boraks bisa berbahaya untuk tubuh. Dalam jarak pendek, bisa mempengaruhi kesehatan, sedangkan jangka panjang bisa memicu kerusakan pada ginjal, liver, bahkan hingga kanker.

Pihaknya juga berencana dalam waktu dekat akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar di Kota Kediri, guna mengetahui apakah ada kandungan bahan berbahaya di makanan yang dijual atau tidak.

Sementara itu, para penjual di pasar kaget itu berjualan sore hari hingga malam. Mereka menjual beragam makanan dan minuman termasuk jajanan pasar.  (ris)

Editor :