KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemerintah Provinsi menegaskan stok gula pasir di Jawa Timur masih surplus. Hanya saja saat ini komditas bahan pokok utama setelah beras tersebut sulit dijumpai di pasaran.Dinas Perkebunan Provinsi Jatim mencatat stok gula pasir di Jawa Timur (Jatim) hingg akhir 2019 mencapai sebanyak 1,04 juta ton. Sedangkan konsumsi masyarakat hanya separuhnya, yakni sekitar 450.000 ton. Sehingga pasokan gula mengalami surplus sekitar 596.000 ton. Naiknya harga gula disertai kelangkaan barang di beberapa daerah disebabkan pasokan yang ada diserap oleh provinsi lain yang kekurangan gula.
[irp]"Kelebihan pasokan gula pasir di Jatim didistribusikan ke provinsi lain di Indonesia. Naiknya harga gula pasir akhir-akhir ini karena kelebihan gula pasir Jatim untuk membantu memenuhi kebutuhan daerah lain," kata Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Jatim Karyadi.Dia mengimbau masyarakat untuk tidak panik khawatir stok langka. Karyadi beralasan, saat ini Jatim masih memiiki stok gula pasir sebanyak 900 ribu ton. Namun demikian, dia mengakui secara nasional pasokan gula pasir berkurang. Sehingga sebagian hasil produksi gula pasir Jatim untuk menutupi kebutuhan nasional.Produksi gula pasir nasional rata-rata pada 2019 sebesar 2,22 juta ton. Sedangkan konsumsi sebesar 2,85 juta ton. Sehingga secara nasional kekurangan kebutuhan gula pasir untuk konsumsi sebesar 627.000 ton. “Kekurangan gula secara nasional ini sebagian didatangkan dari Jawa Timur,” kata Kadisbun Jatim.
[irp]Kepala UPT Perlindungan Konsumen Disperindag Jatim M. Hamid Pellu mengatakan dari data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, menunjukkan harga gula pasir di berbagai pasar rakyat di Jatim merangkak naik. Sebelumnya harga gula pasir rata-rata Rp 12.500 hingga Rp 13.000 perkilogram, pada Januari 2020, kini naik menjadi rata-rata Rp16.500-17.000 per kg. “Selain permintaan gula pasir yang meningkat, kenaikan harga gula pasir ini juga akibat belum masuknya masa musim giling atau panen tebu. Sehingga produksi gula menurun,” kata M Hamid.Ditegaskan, pihaknya bakal melakukan upaya seperti menggelar pasar murah gula pasir. Nantinya dalam pasar murah itu, pihaknya bakal menjual harga gula di bawah harga eceran tertinggi (HET) yakni di bawah Rp12.500 per kilogram. (fan/roh)
Editor : Redaksi