klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dorong Pembangunan Partisipatif dan Kolaboratif, Bupati Bojonegoro Adakan Musrenbang Perempuan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah saat memberikan arahan di Musrenbang Perempuan. (Afifullah/klikjatim.com)
Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah saat memberikan arahan di Musrenbang Perempuan. (Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah adakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Perempuan untuk tahun 2023. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro yang diikuti oleh Sekretaris Daerah, Kepala DP3AKB Provinsi Jatim, Jajaran istri Forkopimda, Kepala OPD Perempuan, akademisi, Ormas perempuan, serta menghadirkan aktifis perempuan Nursyahbani Katjasungkana sebagai nara sumber.

Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah mengatakan, untuk tujuan pemberdayaan perempuan ini untuk membangun eksistensi perempuan yang harus disadari bahwa dia memiliki hak yang sama dengan kaum laki-laki, tidak seharusnya perempuan selalu berada dalam posisi terpuruk, sehingga perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan diri.

Menurutnya, lahirnya UU Pemerintahan Daerah UU No.22 Tahuh 1999 yabg diubah dengan UU No.32 Tahun 2004, serta UU No. 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan Daerah mengubah paradigma dari pembangunan top down ke button up. Perubahan ini juga mengubah dari pembangunan yang dilakukan Pemerintah menjadi pembangunan yang partisipatif dan kolaborative dengan melibatkan banyak kelompok dalam masyarakat termasuk kelompok perempuan.

"Kegiatan ini kerangka pemerataan pembangunan, sudah layaknya perempuan terlibat aktif dalam pembangunan daerah, baik itu mendapatkan akses yang luas, baik informasi maupun aspirasi. Musrenbang pada hari ini akan menjadi masukan, pedoman dalam menyusun kebijakan daerah pada APBD 2023 mendatang," ujar Bupati Bojonegoro, Selasa (22/3/2022).

Lebih lanjut, Bupati berharap dalam forum musyawarah ini bisa menampung seluruh aspirasi peserta, juga menuangkan ide-ide gagasan, konsep, untuk mendorong pembangunan Bojonegoro, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, penanganan stunting, serta pencegahan terhadap angka kematian ibu dan bayi, dan lainnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda M. Anwar Murtadlo menambahkan, persoalan perempuan masih menjadi permasalahan bagi di Kabupaten Bojonegoro antara lain Indeks Pembangunan Manusia sektor perempuan, Indeks Pembangunan Gender, dan Indeks Pemberdayaan Gender masih dibawah Provinsi dan Nasional.

Kemudian angka kematian Ibu melahirkan dan juga kwantitas stunting. Oleh sebab itu, Musrenbang Perempuan dapat menjawab berbagai persoalan perempuan khususnya kesenjangan gender khusunya di Kabupaten Bojonegoro.

Dikatakan, untuk tujuan dilaksanakannya Musrenbang Perempuan ini untuk meningkatkan partisipasi dan keterlibatan kelompok perempuan dalam proses penyusunan perencanaan dan anggaran pembangunan di Kabupaten Bojonegoro, serta sebagai inovasi dan terobosan dalam memperkuat pelaksanaan pengarusutamaan gender.

"Diharap nanti mampu melahirkan kesepakatan dan kepahaman peserta dengan Pemkab Bojonegoro tentang program dalam pencapaian sasaran prioritas pembangunan Daerah tahun 2023," pungkasnya (adv/nul)

Editor :