KLIKJATIM.Com | Jakarta - Rentang waktu 4 tahun yang dibutuh KPK untuk kembali mengusut dan menetapkan tersangka baru untuk kasus dugaan suap terkait dengan proyek pekerjaan pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Tulungagung tahun 2013- 2018, mendapatkan sorotan sejumlah pihak.
Hal tersebut disampaikan dalam jumpa pers KPK di jakarta yang dipimpin oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, pada Jumat (11/03/2022) sore kemarin.
Alex memastikan tidak ada strategi khusus untuk mengulur waktu dalam pengungkapan kasus korupsi di Tulungagung maupun di tempat lain.
"Tidak ada strategi khusus mengulur waktu, termasuk juga di kasus kasus lain juga tidak ada strategi mengulur waktu," tegasnya.
Lamanya proses penetapan tersangka baru dalam kasus Korupsi di Tulungagung terjadi karena banyaknya tumpukan kasus di KPK yang memerlukan waktu untuk proses penyelesaiannya, bahkan tahun ini pihaknya mengajukan penambahan personil Jaksa dan Penyidik untuk bisa mempercepat tunggakan kasus yang perlu dilanjutkan.
"Makanya kita memohon penambahan jumlah jaksa dan penyidik,harapannya kasus kasus yang belum selesai bisa segera dituntaskan,"ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kemarin KPK menetapkan lagi satu tersangka kasus dugaan suap suap terkait dengan proyek pekerjaan pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Tulungagung tahun 2013- 2018.
Satu tersangka yang ditetapkan dan ditahan tersebut adalah Tigor Prakasa selaku Direktur PT Kediri Putra, perusahaan yang menjadi pemenang sejumlah tender pengerjaan proyek di Dinas PUPR Tulungagung periode tahun 2016 - 2018.
Tigor disangkakan melakukan pendekatan khusus dan memberikan fee kepada pejabat untuk bisa memenangkan sejumlah proyek di Kabupaten Tulungagug dalam kurun waktu tahun 2016 - 2018. (yud)
Editor : Iman
Distribusi BBM di Kepulauan Sumenep Tersendat, Pertamina Tambah Pasokan ke Sejumlah Pulau
KLIKJATIM.Com | Sumenep – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura, masih menjadi keluhan masyarakat. Selama lebih d…
Sekam Padi Asal Gresik Tembus Pasar Jepang hingga Timur Tengah
KLIKJATIM.Com | Gresik – Limbah pertanian yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai, kini justru menjadi komoditas ekspor berdaya saing tinggi di tangan p…
Gangguan QRIS BCA Picu Keluhan Nasabah di Sumenep, Saldo Tinggal Rp44 Ribu
KLIKJATIM.Com | Sumenep – Gangguan layanan QRIS milik PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang terjadi pada Kamis malam, 14 Mei 2026, menyisakan keluhan dari s…
Gubernur Khofifah Lepas 1.790 Murid SMK dan Alumni ke Luar Negeri, Bukti SDM Vokasi Jatim Siap Menembus Industri Global
KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melepas sebanyak 1.790 murid peserta program magang…
Gressmall Jadi Lautan Penggemar Saat Cast Sekawan Limo 2 Hadir di Gresik
KLIKJATIM.Com | Gresik – Antusiasme masyarakat terhadap industri kreatif dan perfilman nasional kembali terlihat dalam gelaran Meet and Greet film “Sekawan Lim…
Lanal BatuPoron Bangkalan Serahkan Rokok Ilegal ke Bea Cukai
Tim SFQR (Second Fleet Quick Response) Lanal Batuporon, Bangkalan, Jawa Timur menyerahkan, ratusan bal rokok ilegal hasil operasi di akses Jembatan Suramadu ol…