klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kepala BNPT Datangi Pesantren di Pasuruan, Ini Tujuannya

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kepala Badan Nasionalisme Penanggulangan Terorisme, Komjen Pol Boy Rafly Amar bersama para ulama di Ponpes Al-Ikhlas Rembang, Pasuruan.
Kepala Badan Nasionalisme Penanggulangan Terorisme, Komjen Pol Boy Rafly Amar bersama para ulama di Ponpes Al-Ikhlas Rembang, Pasuruan.

KLIKJATIM.Com I Pasuruan - Guna mencegah paham radikalisme, Kepala Badan Nasionalisme Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafly Amar gandeng para ulama. Mantan Kapolda Metro Jaya ini silahturahmi ke Ponpes Al-Ikhlas, Rembang, Kabupaten Pasuruan, Rabu (16/2/2022).

Kepala BNPT mengatakan, masalah radikalisme dan terorisme di Indonesia harus terus dibendung secara bersama-sama, tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Namun, perlu upaya dan dukungan dari semua pihak, termasuk pondok pesantren.

"Hari ini saya bersilahturahmi bersama para kyai dan alim ulama di pondok pesantren Al-Ikhlas. Selain itu kita juga membahas program-program pencegahan paham radikal," ujar Boy Rafly didampingi KH. Mahrus Ali pemilik Ponpes Al-Ihklas.

"Dalam upaya-upaya penanggulangan terorisme dan paham radikal intoleransi ini kita perlu meningkatkan komunikasi dengan unsur-unsur alim ulama, para kyai," imbuhnya.

Alumni Akpol tahun 1988 ini menjelaskan, masuknya narasi-narasi yang dibangun berkaitan dengan agama perlu pemahaman lebih dalam. Jaringan radikal terorisme ini tergiur dengan narasi-narasi yang dibangun.

"Kita paham mengenai narasi-narasi yang dibangun oleh jaringan radikal terorisme. Salah satunya mengangkat narasi yang berkaitan dengan agama," sambungnya.

Untuk itu, ia berharap bisa berkolaborasi dengan ulama karena dinilai strategis, karena kelompok teroris sering menggunakan simbol agama, sehingga tidak boleh pula mengindentikkan aksi terorisme ini dengan pondok pesantren.

Ia berpesan terhadap para kyai dan ulama di pondok pesantren guna terus menerapkan kecintaannya terhadap tanah air. Hal ini guna menjaga para santriwan dan santriwati tidak terpapar paham radikal.

"Dalam menerapkan kecintaan terhadap tanah air para pendiri pondok pesantren perlu menggaungkan cinta tanah air. Sehingga memiliki karakter dan prinsip gumbol waton minal iman sebagaimana yang dicontohkan para ulama dan leluhur kita yang juga berasal dari Jawa Timur," pungkasnya. (bro)

Editor :