KLIKJATIM.Com | Gresik — 1 Februari merupakan perayaan hari Imlek untuk umat Tionghoa. Kalau biasanya perayaan Imlek ini dirayakan secara besar-besaran. Yang berkaitan dengan angpau, barongsai, kembang api, serta makanan khas seperti siu mie, kue keranjang, dan lain-lain.
Nah, di Kabupaten Gresik, perayaan tahun baru China ini dirayakan oleh jemaat yang melakukan sembahyang di Tempat Ibadah Tri Dharma (TTID) Klenteng Kim Hin Kiong Jalan Setia Budi, Kelurahan Pulopancikan, Gresik. Tampak beberapa jemaat membawa lilin, dupa untuk melakukan sembahyang. Dengan tetap protokol kesahatan.
Para jemaat di tahun ini lebih banyak dari pada tahun sebelumnya seiring dengan kondisi pandemi yang sudah mulai landai di Kabupaten Gresik. Sejak tadi malam, Senin (31/1/2022).
Sebelum dimulainya ibadah sembahyang pukul 00.00 WIB. Tampak hadir beberapa pengurus Ansor Gresik, Forum Agama Gresik yang berkunjung ke lokasi Klenteng.
Sekretaris Pengurus Klenteng Kim Hin Kiong Toni mengatakan, perayaan Imlek di tahun ini lebih banyak pengunjung dari tahun 2021 yang saat itu masih status naiknya kasus Covid-19. Ditambah jalan menuju Klenteng juga dilakukan perbaikan oleh Pemkab Gresik.
“Sehingga tidak hanya para jemaat yang datang, juga warga dan masyarakat luar datang kesini,” ucapnya, Selasa (1/2/2022).
Toni menjelaskan, Klenteng yang sudah berusia 869 tahun itu baru diketahui sejak tahun 2017. Dengan ditandai ada lukisan di bagian atas Klenteng. “Tahun 01/08/1153 berupa lukisan, sebelumnya belum tau, dan tahun 2017 ditemukan lukisan itu,” jelasnya.
Di Klenteng, tambah Toni ada delapan altar dewa. Namun yang masyhur ada tiga dewa. Dewa Laut Thian Siang Sing Bho, Dewi Kasih Sayang Kwan Im dan Dewa Bumi Toa Pek Kong.
“Secara bergantian para jemaat dari berbagai kota dan daerah melakukan perayaan Imlek disini,” tambahnya.
Toni berharap di perayaan Imlek ini bertepatan dengan tahun macan air iki pandemi Covid-19 semoga segera berakhir dan masyarakat bisa beraktivitas normal kembali. “Serta tidak ada musibah,” imbuhnya.
Selain itu masyarakat Tionghoa juga akan ada perayaan besar malam Cap Go Meh tanggal 15 Februari 2022.
“Setiap tahun sekali perayaan besar ini setiap tanggal 15 pasca perayaan Imlek. Dan biasanya ada pertunjukan barongsai, sajian makanan mulai kare ayam, lontong, rujak dan lainnya,” jelasnya.
Salah satu jemaat yang melakukan sembahyang di Klenteng Kim Hin Kiong Helen asal warga Gresik. Berdoa semoga tetap sehat, rejeki lancar, dan Corona cepat hilang.
Menurut Helen, perayaan Imlek memang jauh berbeda dengan semasa sebelum pandemi Covid-19.
“Kalau sebelum pandemi Covid-19, malam Imlek pasti kumpul bersama keluarga besar, sejak Covid-19 belum bisa kumpul, dan hanya lewat video Call atau nelpon keluarga,” paparnya.
Sekedar diketahui, 19 tahun yang lalu, atau tepatnya pada 1 Februari 2003, pemerintah resmi menetapkan Tahun Baru Imlek menjadi hari libur nasional.
Presiden ke-4 Republik Indonesia (RI) Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berperan penting terhadap dicabutnya Instruksi Presiden No 14/1967 tentang pembatasan Agama, Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina pada 6 Desember 1967 tersebut.
Setelah Gus Dur mencabut larangan itu, etnis Tionghoa bisa kembali merayakan Imlek dengan suka cita. (bro)
Editor : Redaksi