klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dokter Spesialis RSUD Umar Mas’ud Cuti Jelang Akhir Kontrak, Pasien Terpaksa Dirujuk

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Anggota legislatif dapil Bawean, Lutfi Dhawam saat mengantarkan pasien asal Bawean untuk melakukan persalinan di RSUD Ibnu Sina Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)
Anggota legislatif dapil Bawean, Lutfi Dhawam saat mengantarkan pasien asal Bawean untuk melakukan persalinan di RSUD Ibnu Sina Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Tiga dokter sepsialis di RSUD Umar Masud Bawean per 31 Januari akan habis masa kontraknya. Ketiga dokter itu di antaranya spesialis kandungan, bedah dan anak. Ironisnya, menjelang berakhirnya masa kontrak ini malah ada yang cuti sehingga pasien terpaksa harus dirujuk ke RSUD Ibnu Sina.

Adapun proses pergantian atau pengisian kembali terhadap tiga dokter spesialis ini baru dilakukan pada awal Maret nanti. Nah, terhadap kondisi dokter spesialis yang demikian mendapat sorotan dari Anggota DPRD Gresik, Lutfi Dhawam.

Dia khawatir sewaktu-waktu ada warga atau pasien yang membutuhkan penanganan cepat untuk tindakan operasi atau persalinan. Ketika seperti, dimungkinkan pihak RSUD Umar Mas’ud akan melakukan rujuk ke rumah sakit di Jawa. Dan hal ini belum tentu bisa cepat karena harus menunggu informasi kapal beroperasi, menyusul kondisi cuaca pada bulan Januari-Februari diperkirakan kurang baik atau cuaca buruk.

“Kasihan kalau masyarakat Bawean begini terus, yaitu harus dirujuk ke Jawa. Belum nanti akomodasi dan beban transportasi bagi warga yang kurang mampu,” ucap Dhawam yang merupakan Anggota DPRD Gresik dapil Bawean tersebut, Jumat (28/1/2022). 

Menurut Ketua Fraksi Gerindra tersebut dengan berakhirnya masa kontrak beberapa dokter spesialis di Bawean, seharusnya ada antisipasi jauh hari sebelumnya. Sehingga tidak sampai terjadi jeda waktu kekosongan dokter spesialis.

Mirisnya lagi, di antara dokter spesialis yang akan berakhir masa kontraknya pada tanggal 31 Januari 2022 ternyata masih menyempatkan cuti. Sehigga ada pasien yang seharusnya membutuhkan tindakan operasi (persalinan) terpaksa harus dirujuk ke RSUD Ibnu Sina pada Kamis (27/1/2022) kemarin. Pasien tersebut bernama Yuli, warga Desa Patar Selamat.

“Ini harus segera ada tindakan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. Apalagi tidak sedikit warga selalu harus ke daratan Gresik untuk bersalin,” tandas anggota DPRD Gresik dapil VI yang meliputi Kecamatan Sangkapura dan Tambak. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik, dr Mukhibatul Khusnah saat dikonfirmasi membenarkan terkait masa kontrak tiga dokter spesialis di RSUD Umar Masud Bawean akan habis. “Per 31 Januari 2022 ini habis masa kontraknya. Yaitu dokter spesialis kandungan dan bedah, dan anak,” ucapnya. 

Khusnah menjelaskan, ketiga dokter spesialis yang kontraknya habis itu dari Pusat. Dan pihaknya sudah menerima informasi dari Pusat bahwa pergantian ketiga dojter spesialis ini baru awal Maret. Tetapi, mantan Kepala Puskesmas Sukomulyo ini mengaku akan melakukan upaya pengajuan melalui Pemerintah Provinsi. 

“Kita usahakan awal bulan Februari ini akan ada pengganti tiga dokter spesialis di Pulau Bawean,” ujarnya. 

Sekedar informasi, di RSUD Umar Masud Bawean sejatinya ada lima dokter spesialis. Antara lainnya spesialis bedah, kandungan, anak, penyakit dalam, dan anestesi.

Adapun ketiga dokter spesialis yang akan berakhir masa kontraknya di bulan Januari ini adalah dokter spesialis anak, kandungan, dan bedah. Namun pihak RSUD Umar Masud Bawean mengaku sudah mengajukan kembali dan rencananya akan terisi kembali pada awal bulan Maret dari Kementrian Kesehatan Pusat. Karena bulan Februari ini masih masa transisi. 

Sedangkan dua dokter spesialis lainnya akan berakhir masa kontraknya pada bulan 7 dan 9. Keduanya ini berasal dari program Dinas Kesehatan Provinsi Jatim. (nul)

Editor :