klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Diguyur Hujan Deras, Satu Rumah di Bawean Hampir Ambles

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Pemdes Sukaoneng beserta Kepala UPT Pekerjaan Umum Pulau Bawean saat melakukan perbaikan area longsor di Desa Sukaoneng (Pemdes Sukaoneng For klikjatim.com)
Pemdes Sukaoneng beserta Kepala UPT Pekerjaan Umum Pulau Bawean saat melakukan perbaikan area longsor di Desa Sukaoneng (Pemdes Sukaoneng For klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Akibat hujan deras yang terjadi di Pulau Bawean kemarin, Selasa (18/1/2022) siang. Sebuah rumah yang berada di Dusun Tambilung, Desa Sukaoneng Kecamatan Tambak, Pulau Bawean hampir ambles usai terkikis akibat longsor yang berada di samping rumah itu. Penahan dari anyaman bambu pun jebol akibat longsor itu. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kondisi rumah kian memprihatinkan jika tidak segera diperbaiki area longsor.

Tampak para warga setempat bersama aparat Pemerintah Desa serta Kepala Upt Dinas Pekerjaan Umum Bawean sudah melakukan perbaikan area longsor rumah milik Markum. Terpasang material sak dan beberapa kayu penahan untuk antisipasi longsor lagi.

Kepala Desa Sukaoneng Abdul Hayyi mengatakan, longsor di area rumah warganya itu sudah terhitung dua kali. Kemarin di awal Tahun 2021 juga terjadi longsor, dan sudah dilakukan pencegahan dengan memasang bambu penahan. Nah, karena ini terulang kembali,  pihaknya akan melakukan pembangunan antisipasi longsor dengan alokasi Dana Desa (DD).

“Dengan panjang 24 meter, dan tinggi 4 meter. Estimasi anggaran Rp 85 juta,” ucapnya, Rabu (19/1/2022).

Terpisah, anggota DPRD Gresik Dapil VI (Sangkapura dan Tambak) Lutfi Dhawam menjelaskan, pihaknya mewanti-wanti kepada masyarakat Bawean dalam menghadapi musibah. Pihaknya tidak menampik banyak musibah longsor, banjir rob, banjir lingkungan akibat alih fungsi lahan hutan di Bawean.

“Jadi saat musim hujan, hampir jarang ditemukan pohon besar atau pohon yang bisa menampung air. Sehingga air langsung turun ke pemukiman hingga terjadi banjir, atau longsor,” paparnya.

Disamping itu, pihaknya sebagai legislatif pun belum bisa banyak melakukan antisipasi itu. Karena banyak hutan dan bukit yang sudah alih fungsi pohonnya.

“Memang banyak punya pribadi, sehingga pemilik mengganti pohon yang bisa dikomersilkan,” jelasnya. (bro)

Editor :