klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Wajah Baru Wisata Khas Tionghoa di Kampung Pecinan Gresik

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Tampak hiasan khas Tionghoa di kawasan kampung pacinan Klenteng Kim Hin Kiong di Jalan Dr. Setia Budi Gang Klenteng No. 56 Kelurahan Pulo Pancikan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik. (Faiz/klikjatim.com)
Tampak hiasan khas Tionghoa di kawasan kampung pacinan Klenteng Kim Hin Kiong di Jalan Dr. Setia Budi Gang Klenteng No. 56 Kelurahan Pulo Pancikan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik. (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Bagi sebagian warga Gresik sepertinya sudah taka sing lagi dengan Kampung Pecinan, yang tidak lepas dengan ikon bangunan bersejarah etnis Tionghoa. Di Kampung tersebut juga ada peninggalan Klenteng Kim Hin Kiong, tepatnya di Jalan Dr. Setia Budi Gang Klenteng Nomor 56 Kelurahan Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik.

Eitss,,,tapi ada yang baru. Lokasi klenteng yang berdekatan dengan kampung Arab dan Alun-alun Gresik itu sudah dilakukan pembangunan seperti jalan, serta ada beberapa hiasan khas Tionghoa. Tampak susunan jalan paving menuju Klenteng itu sudah direnovasi nan variasi.

Bentuk kotak paving berwarna putih, merah, dan abu-abu. Di pinggir jalan dilengkapi dengan lampu khas seperti di Tiongkok. Dilengkapi tulisan Tionghoa pada bagian bawa tiang listrik yang dihias, serta ditambah dengan ornamen bentuk naga dan khas perayaan imlek.

Namun dari pantauan di lapangan, ada pemandangan kurang enak yang disayangkan. Yaitu masih banyak kabel semrawut di salah satu lokasi wisata heritage Gresik tersebut. 

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Pemkab Gresik, Ida Lailatus Sa'diyah mengatakan, pembangunan perbaikan di salah satu ruas wisata haritage merupakan salah satu misi Nawa Karsa Gresik Baru. Yang mana dalam pengentasan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). 

“Mulai diberi hiasan khas Tionghoa di sepanjang ruas jalan perempatan utara dan selatan serta jalan masuk Klenteng,” ucapnya, Senin (17/1/2022). 

Menurut Ida, perbaikan ini sebagai dukungan kegiatan yang sudah direncanakan Bupati Fandi Akhmad Yani dalam Nawa Karsa tentang revitalisasi kawasan tua di Gresik.

“Masih ada ada tujuh ruas wisata haritage di Gresik yang saat ini sudah mulai dibangun dari anggaran pusat APBN Rp47 M. Meliputi empat kawasan, yakni Kampung Arab, Pacinan, Hoscokroaminoto, dan Kampung Kemasan,” urainya. 

Berdasarkan data di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Gresik, Pembangunan Jalan Paving Permukiman dan Komponen Penunjang Jalan (Saluran Air atau Drainase dan PJU) Kelurahan Pulopancikan, Kecamatan Gresik (Wilayah Kampung Pecinan itu memiliki pagu Rp1.299.320.300 (1,2 miliar) dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp1.267.488.107,58.

Setelah dilelang, paket pekerjaan dimenangkan oleh CV Karya Lestari dengan penawaran harga Rp984.500.506,00 (Rp900 juta). Anggaran pembangunan itu dianggarkan dari APBD Kabupaten Gresik tahun 2021.

Sekedar diketahui, meski berada di pemukiman dengan mayoritas pemeluk agama Islam, tapi warga dan pengunjung Klenteng bisa saling rukun hidup berdampingan.

Terlebih 500 meter dari Klenteng Kim Hin Kiong terdapat Masjid Jami Gresik, dan sekitar 100 meter di depan Klenteng juga berdiri Gereja Pantekosta GPdl Gresik. (nul)

Editor :