klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Protes Jalan Rusak, Warga Gresik Stop Truk Pelanggar Jam Operasional

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Warga saat menyetop Truk yang melanggar jam operasional di Jalan Raya Cerme Lor, Pasar Cerme Gresik (Faiz/klikjatim.com)
Warga saat menyetop Truk yang melanggar jam operasional di Jalan Raya Cerme Lor, Pasar Cerme Gresik (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Warga Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik melakukan protes Jalan rusak akibat dilewati truk yang melanggar jam operasional.

Karena geram dengan kondisi jalan rusak parah hingga ambles. Warga langsung turun jalan di sekitar pertigaan Kecamatan Cerme Gresik. Beberapa warga terpaksa menyetop kendaraan besar yang melebihi tonase serta melanggar jam operasional pada Kamis (6/1/2022) sore.

Sejumlah warga pun meminta sopir turun untuk diperlihatkan rambu-rambu aturan larangan melintas jam operasional yang dipasang oleh Dinas Perhubungan Gresik. Papan rambu tersebut tertulis jelas, kendaraan roda empat lebih dilarang melintas kecuali di jam tertentu mulai pukul 09.00 hingga 15.00 dan pukul 20.00 hingga 05.00. Bahkan, banyak diantara kendaraan berat lewat yang tak memenuhi klasifikasi jalan.

“Kendaraan tidak sesuai kelasnya melintasi Jalan Raya Pasar Cerme Lor yang tembus ke Desa Metatu hingga Kecamatan Balongpanggang. Akibatnya, jalan yang awalnya mulus, sekarang rusak dan berlubang. Belum lagi bahaya bagi pengendara lain, termasuk anak-anak karena di sepanjang jalan terdapat sekolah,” ungkap salah satu warga Nurhadi.

Menurutnya, keberadaan kendaraan roda besar ini memang sangat menganggu. Apalagi saat pulang kerja sehingga kendaraan roda dua padat.

“Karena jalannya ramai waktunya pulang kerja, kendaraan yang melintas melebihi tonase bukan kelasnya, tidak ada maksud lain hanya ingin mengingatkan sopir, dampaknya kalau melintas terjadi kemacetan, kecelakaan, mengakibatkan jalan rusak,” ujarnya.

Warga lain, Aris Gunawan berharap aparat terkait lebih tegas dalam mengontrol dan mengawasi kendaraan yang melebihi tonase sehingga bisa tertib dan tidak membahayakan kendaraan lain.

“Seharusnya jam sore tidak boleh melintas, ini masih banyak yang melintas, harusnya petugas dishub mengontrol, ini terkesan membiarkan,” ucapnya.

Saat mendapat teguran, para sopir berdalih tidak tahu adanya rambu-rambu.

“Ini tadi dilarang melintas karena melebihi jam, tadi ditegur agar tidak melintas, saya tidak tahu kalau ada rambu-rambu itu,” ucap Munir, salah satu sopir.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Gresik Edy Suswoyo belum mengetahui hal tersebut. Pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu.

“Kami cek dulu mas, belum tau tentang informasi itu, begitu juga dengan dibukanya portal jalan di pertigaan Jalan Raya Cerme Lor itu,” ucapnya. (bro)

Editor :