klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Parkir Non Tunai Meningkatkan Pendapatan Daerah, Dishub Gresik Naikkan Target Parkir

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Seorang Jukir dibantu petugas Dishub dalam menjalankan sistem parkir non tunai di Pasar Gresik (Faiz/klikjatim.com)
Seorang Jukir dibantu petugas Dishub dalam menjalankan sistem parkir non tunai di Pasar Gresik (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Melihat tinggingnya potensi pendapatan, Pemkab Gresik tetap memberlakukan parkir sistem non-tunai (Cashless). Bupati Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani mendatangi Kantor Dishub untuk mendengarkan penjelasan terkait hasil pemetaan itu.

“Terdapat 116 titik ruas jalan yang tetap dilakukan parkir non tunai. Jadi tidak hanya jadi slogan saja,” ujar Gus Yani.

Terkait penerapan parkir non tunai tersebut, mantan Ketua DPRD Gresik itu berharap masyarakat mendukung kebijakan baru tersebut. Pasalnya, parkir non tunai bertujuan mengimpletasikan smart city dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Saat uji coba memang ada beberapa evaluasi apa yang kurang karena ini adalah kebijakan baru. Kami juga membentuk tim satgas yang dikordinir oleh Dinas Satpol PP di 16 titik ruas jalan dengan cara berpatroli,” kata Gus Yani.

Sementara, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Gresik Edy Hadi Siswoyo menyampaikan apabila pendapatam sistem parkir yang berjalan selama ini sangat minim. Misalnya di Jalan Samanhudi Pasar Gresik, disana dalam sistem lama setiap harinya hanya setor Rp 3 juta. Padahal saat uji coba cashless kemarin, hanya dua jam dikantongi Rp 3,5 juta.

“Contohnya di pasar, itu kemarin uji coba bisa mencapai Rp 3,5 juta hanya dua jam. Padahal pasar itu jam keramaian hampir 24 jam,” ujarnya.

Edy menyebut saat ini dirinya terus mematangkan penerapan sistem cashless ini. Juga memetakan untuk tempat parkir khusus (TPK). Untuk TPK ini bisanya pengelola langsung menyetor ke Pemkab sebesar Rp 300-500 ribu per hari. Padahal jika dihitung-hitung kembali, bisa dinaikan 100 persen.

Selanjutnya, 116 titik parkir itu akan dinaikan target pendapatannya. Edy mencontohkan di Jalan Samanhudi dari Rp 3 juta per hari dinaikan menjadi Rp 7,5 juta sehari. Untuk titik lainnya, Edy menyebut akan menyesuaikan dengan potensi keramaian dari masing-masing titik. “Ini sedang kami petakan terus,” imbuhnya.

Terpisah, Sekertaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi menyampaikan, Dalam APBD Tahun 2022, target PAD dari parkir di tepi jalan umum sebesar Rp 8 miliar, sementara selama bertahun-tahun hanya terealisasi sekitar Rp 1 miliar lebih. Sebelumnya, parkir tepi jalan ini pernah dikaji dengan hasil oleh tim ahli dari perguruan tinggi yang bekerja sama dengan Dishub, menunjukkan ada 116 titik retribusi parkir di beberapa kawasan terutama di daerah perkotaan.

“Potensi pendapatan dari bisa mencapai Rp 27 miliar pertahun dengan catatan retribusi parkir ini ditangani sendiri oleh Dishub dengan mempekerjakan tim dan para juru parkir yang bekerja secara profesional serta didukung semua kebutuhan oleh pemerintah daerah," ujarnya.

Maka, target rasional dari retribusi parkir tepi jalan seharusnya bisa Rp 20 miliar pada tahun 2022 nanti. “Akhirnya kami legislatif ingin target Rp 8 M rapat komisi,” ucapnya.

Pihaknya mengapresiasi langkah Pemkab dengan menaikan target parkir serta terus melaksanakan sistem cashless ini. Sebab target yang dipungut dari titik parkir selama ini memang kecil.

Perlu diketahui, target PAD dari retribusi parkir tepi jalan tahun 2021 ini Rp 4 miliar. Atau naik lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 2020 yang hanya Rp 1,2 miliar. Namun apabila dilihat dari capaian di tahun sebelumnya, retribusi parkir tepi jalan ini selalu melebihi target. Di tahun 2019 misalnya, PAD sektor parkir tepi jalan mendapat Rp 1,9 miliar. Naik dibandingkan tahun 2018 yang mencapai Rp 1,7 miliar. (bro)

Editor :