KLIKJATIM.Com | Tulungagung - 6 rumah milik warga RT03/RW 08 Kelurahan Kutonayar kecamatan /Kabupaten Tulungagung rusak, bahkan sebagian dinding dapur mereka ada yang sampai ambrol.
Kejadian ini dipicu pengerukan selokan yang dilakukan pengembang dalam proyek pengentasan kawasan kumuh dalam program Kotaku tahun 2021 yang lalu.
Supardi (63) salah satu warga yang yang terimbas proyek ini mengatakan, dinding dapur rumahnya ambrol pada Jumat (31/12/2021) siang yang lalu, ambruknya dinding dapur tersebut terjadi karena talut selokan yang selama ini menjadi penahanan kekuatan tanah di sekitar selokan ambles, kemudian membuat dindingnya ikutan ambrol.
"Ambrolnya setelah Jumatan kemarin lo mas, awalnya saya sudah takut ada di dalam rumah, tau tau ambrol," ujarnya.
Pihaknya yakin,ambrolnya dinding dapur rumahnya merupakan imbas dari pelebaran selokan yang dilakukan oleh pengembang yang telah beekerja di lokasi tersebut sejak beberapa bulan yang lalu.
Supardi mengaku, tidak hanya dinding dapur rumahnya, 5 rumah lain yang ada di sekitar rumahnya juga mengalami nasib yang tak jauh berbeda.
"Disini ada 5 KK yang terimbas semua, karena posisi rumahnya berbatasan langsung dengan selokan, ada yang bagian terasnya harus disangga bambu, ada juga yang pasrah karena ya mau bagaimana lagi," ucapnya.
Dirinya sendiri bingung melaporkan kejadian yang dialaminya ini, sebab koordinator lapangan dari pengembang yang mengerjakan proyek tersebut juga tak pernah menghubunginya, usai dinding dapurnya ambrol.
"Mau lapor kemana, saya juga bingung mas, " keluhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Tulungagung, Anang Pratistianto yang ditemui di kantornya mengaku belum menerima laporan tersebut.
"Kita belum mendapatkan laporan sama sekali," ucapnya.
Pihaknya akan meminta laporan yang dimaksud tersebut kepada pengembang yang mengerjakan proyek tersebut.
Anang mengaku, jauh jauh hari sebelum pelaksanaan proyek tersebut, pihaknya sudah meminta persetujuan warga sekitar yang berbatasan langsung dengan lokasi proyek.
Kemudian untuk kerusakan yang terjadi karena imbas proyek seperti ini, pihaknya memastikan akan bertanggung jawab dan mengembalikannya seperti sedia kala.
"Nanti akan kita lihat, kalau benar memang karena pekerjaan yang sedang kita kerjakan, pasti akan kita ganti nanti," jelasnya.
Pihaknya akan melakukan pendalaman dan melihat kondisi di lapangan, jika dirasa perbaikan bangunan bisa dilakukan sebelum proyek tersebut selesai, maka akan dilakukan saat ini juga namun jika bisa dilakukan setelah proyek selesai, maka pihaknya meminta warga untuk memahami hal tersebut.
"Untuk proses pergantiannya, nanti kita lihat prosesnya, bisa dikerjakan sekarang atau harus nunggu proyeknya selesai dulu, nanti kita lihat" pungkasnya. (bro)
Editor : Iman