klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pastikan Keamanan Angkutan Darat, Gubernur Khofifah Pantau Terminal Bungurasih

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Khofifah saat meninjau terminal Purabaya. (Satria Nugraha/klikjatim.com)
Khofifah saat meninjau terminal Purabaya. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Menjelang libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa memantau terminal Purabaya, Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Jumat (24/12/2021). Khofifah pun memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) berjalan dengan baik.

Selain itu, Khofifah juga memantau proses tes urin, dan para sopir bus. "Kalau Polresta Sidoarjo menggelar tes urin di tempat kedatangan, Polda Jatim di keberangkatan. Ini penting agar calon penumpang tahu bahwa mereka ada di dalam armada yang drivernya bersih dari narkoba," terangnya.

Dirinya sangat mendukung proses ikhtiar yang dilakukan oleh polisi, dengan menggelar tes urine bagi para sopir bus sebelum mereka mengemudikan armadanya ke daerah lain. 

"Ada proses yang harus kita lakukan kehati hatian, jangan sampai kemudian ada yang terkonfirmasi sebagai pengguna narkoba kemudian mengemudi bus. Tentu sangat berbahaya," jelasnya.

Khofifah menambahkan, aspek keamanan dan kenyamanan menjadi bagian penting. Kesiap siagaan tersebut telah dilakukan oleh semua lini, mulai dari TNI, Polri, maupun Dinas Perhubungan, untuk bisa menjaga Nataru ini dalam pelayanan yang baik.

"Tadi kita juga mengecek di Tanjung Perak, dan sekarang di Terminal Bungurasih, kita melihat ada proses vaksinasi juga ada tes urine di sini," imbun Khofifah. 

Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (KUPTD) Terminal Purabaya, Imam Hidahat mengatakan, menjelang libur Nataru tidak ada penambahan jumlah penumpang di terminal yang dikenal dengan nama terminal Bungurasih. 

Saat ini, rata-rata penumpang perhari berkisar antara 4.500 hingga 5.000 orang. Jauh dari angka normal sebanyak 28 ribu penumpang. Begitu juga dengan jumlah bus, saat ini yang beroperasi sekitar 500 unit. Atau sepertiga dari jumlah normal sebanyak 1.500.

"Kami juga telah menggelar pemeriksaan secara teknis maupun administrasi armada bus. Hal ini juga untuk menjamin keselamatan penumpang," kata Imam. 

"Cek fisik bus meliputi fungsi lampu, rem serta kondisi ban. Bila didapati menggunakan ban vulkanisir, maka bus tersebut harus kembali," pungkasnya. (nul)

Editor :