KLIKJATIM.Com | Gresik - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada anak-anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Gresik terus dilakukan. Kali ini di Kecamatan Manyar, tepatnya di UPT SD Negeri 49 Gresik Jalan Martapura perumahan Gresik Kota Baru (GKB).
Lucunya, dalam vaksinasi kali ini diwarnai dengan tangis pelajar sekolah dasar. Sebagian anak-anak didik menangis ketika hendak disuntik oleh vaksinator.
Salah satunya adalah Rafqi Argya Budiyanto (11). Ketika itu siswa kelas 6 C yang masih mengantre masuk ruang vaksin tersebut sudah tampak tak kuasa membendung linangan air mata. Begitu memasuki ruangan, isak tangisnya terdengar oleh Forkopimcam Manyar yang meninjau pelaksanaan vaksin.
Sontak, Kanit Binmas Polsek Manyar Aiptu Rozi menghampirinya lalu bertanya. “Mengapa menangis anak ganteng, jagoan harus berani divaksin,” ucap Polisi berkumis tebal itu, Rabu (22/12/2021).
Rafqi tak mampu berkata-kata lantaran saking takutnya disuntik vaksin. “Takut pak,” jawabnya singkat sambil terisak.
Rozi tidak mau kehabisan akal untuk merayu anak SD agar berani disuntik. Ia memeluknya dalam dekapan seragam Polisi berwana cokelat sembari bertanya lagi. “Kalau besar nanti Rafqi ingin jadi apa,” tanya dia.
Belum dijawabnya, jarum suntik vaksin telah selesai menembus lengan sebelah kiri anak SD ini. “Ingin jadi Polisi pak,” jawab Rafqi usai disuntik.
Anak ini pun tidak menangis lagi.
Sementara kepala UPT Puskesmas Sukomulyo, dr. Shinta Puspitasari mengatakan, pihaknya menurunkan vaksinator ke SD dan MI. “Vaksin Covid-19 yang diberikan kepada anak-anak usia 6-11 tahun di SD Negeri 49 Gresik adalah jenis Sinovac dosis pertama,” kata Shinta.
Senada Kepala UPT SD Negeri 49, Khusnul Latifa mendukung penuh upaya pemerintah dalam mencegah pandemi Covid-19.
Latifa berharap vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun tercapai target 70 persen untuk pembelajaran tatap muka pada semester dua bisa 100 persen.
“Ada sebanyak 202 anak SD Negeri 49 hari ini bakal menerima dosis vaksin Covid-19,” ujarnya.
Terpisah, Kapolsek Manyar, AKP Windu Priyo Prayitno mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dan mengawal progam vaksinasi anak.
Lebih lanjut Windu juga mewanti-wanti, meskipun sudah menerima vaksinasi tapi masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). “Karena varian baru Covid-19 telah masuk ke Indonesia di wisma atlet Jakarta,” ucapnya. (nul)
Editor : Redaksi