klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Hadapi Libur Nataru, Bandara Udara Internasional Juanda Tak Menambah Penerbangan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Lalu-lalang calon penumpang di Bandara Udara Internasional Juanda Surabaya. (Satria Nugraha/klikjatim.com)
Lalu-lalang calon penumpang di Bandara Udara Internasional Juanda Surabaya. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, Sisyani Jaffar menyampaikan bahwa puncak pergerakan pesawat dan kargo pada libur Natal diperkirakan pada 24 Desember 2021. Yaitu sebanyak 223 pergerakan pesawat dan 368.499 kilogram kargo.

[irp]

Adapun prediksi puncak arus penumpang saat perayaan Natal terjadi pada 25 Desember 2021, dengan jumlah 25.516 penumpang.

"Sedangkan untuk prediksi puncak arus pesawat dan kargo tahun baru 2022 terjadi pada 31 Desember 2021, yaitu sebanyak 224 pergerakan pesawat dan 309.032 kilogram kargo," tutur Sisyani Jaffar di Sidoarjo, seperti dikutip antaranews.com.

Adapun prediksi puncak penumpang libur Tahun Baru 2022 terjadi pada 2 Januari sebanyak 28.889 penumpang.

"Mengantisipasi hal tersebut, kami telah melakukan serangkaian pertemuan bersama instansi terkait guna pemantapan pelayanan kepada pengguna jasa selama periode posko," katanya.

Selanjutnya, dia menjelaskan total penumpang Juanda hingga November 2021 mencapai 5,2 juta penumpang dan hingga pertengahan Desember ini telah melayani 25 ribu penumpang per hari.

"Sedangkan, untuk pergerakan pesawat tercatat hingga akhir November sebesar 50,2 ribu dan kargo sebesar 63,4 juta. Adapun rute-rute atau destinasi dengan frekuensi penerbangan yang cukup tinggi dari dan ke Bandara Juanda yaitu Jakarta, Makasar, Bali, Balikpapan dan Banjarmasin," jelasnya.

Untuk libur Natal dan tahun baru (Nataru), pihaknya mengaku tidak melakukan penambahan penerbangan. Sehingga maskapai diharapkan memaksimalkan kursi yang ada.

"Saat ini untuk pesawat tidak ada batasan jumlah penumpang, hanya saja ada tiga baris kursi bagian belakang yang harus dikosongkan," tandasnya. (*/nul)

Editor :