KLIKJATIM.Com | Mojokerto - Membangun strong partnership bersama seluruh stakeholder menjadi kunci Provinsi Jawa Timur (Jatim) sukses melandaikan kasus Covid-19.
[irp]
Namun, selain kasus Covid-19, ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh Pemprov Jatim. Di antaranya yakni menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan menekan angka stunting di Jatim.
"Kita harus bekerja keras untuk menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi yang lebih signifikan lagi," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 di Kota Mojokerto, Senin (13/12/2021).
Khofifah menyebut, untuk menekan angka kematian pada ibu dan bayi di Jatim tersebut maka diperlukan koordinasi bersama keluarga, utamanya ibu, kemudian pihak rumah sakit sekaligus para dokter yang memberikan layanan.
"Kita tadi melihat ada jumlah kematian bayi pada usia 0-6 hari pasca kelahiran. Ini sesuatu yang harus kita bangun koordinasi bersama antara keluarga terutama ibu yang melahirkan kemudian rumah sakit dan tentu para dokter yang memberikan layanan," bebernya.
Tidak hanya itu, dengan masih tingginya angka stunting di Jatim, kata dia, maka diperlukan upaya yang lebih efektif dan signifikan.
"Jadi yang kita ingin bangun komitmen kita adalah bagaimana seluruh Forkopimda bupati/wali kota sama-sama punya tekad kuat untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi dan stunting," jelas Khofifah.
Pada Peringatan HKN ke-57 tahun 2021 ini, Khofifah berharap Jatim bisa berlari lebih kencang lagi, utamanya dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.
"Mudah-mudahan covid ini benar-benar selesai. Kita berharap omicron tidak masuk Indonesia, tidak masuk Jawa Timur. Kita harus lari lebih kencang lagi untuk melanjutkan tugas-tugas yang lain. Termasuk di dalamnya adalah layanan kesehatan yang terus lebih baik," ujarnya.
Sementara itu, Kadinkes Jatim Dr Erwin Ashta Triyono mengatakan, bahwa 57 tahun bukanlah usia yang singkat. Meskipun Jatim telah memiliki banyak capaian di sektor kesehatan, namun di sisi lain juga masih banyak pula kendala yang harus dihadapi secara bersama-sama.
"Berkolaborasi secara profesional yang dilandasi moral tetap harus kita kedepankan, terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19," katanya.
Pelaksanaan HKN ke-57, kata Dr Erwin, merupakan momentum untuk bersyukur, sebab Jatim menjadi provinsi yang telah berhasil melandaikan kasus Covid-19. Kendati demikian, ia meminta agar seluruh pihak terus waspada, apalagi kini varian baru Covid-19 terus bermunculan.
"Penyebaran virus corona memunculkan banyak varian yang tidak bisa diprediksi. Oleh karenanya dibutuhkan ketaatan masyarakat menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan," tandasnya. (rtn)
Editor : Redaksi