KLIKJATIM.Com | Gresik — Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Gresik tidak seperti muscab atau forum serupa partai lain.
[irp]
Bila biasanya ketua partai level Kabupaten terpilih dalam forum setingkat muscab, tidak dengan partai berlambang ka'bah ini.
Dalam muscab ke-IX (Sembilan) itu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Gresik itu, peserta yang terdiri dari perwakilan pengurus kecamatan hanya mengusulkan tujuh orang formatur yang diketuai utusan DPW.
Rinciannya satu orang perwakilan dari DPC PPP Gresik Khoirul Huda, empat orang dari perwakilan PAC, satu utusan DPW PPP Jatim dan perwakilan DPP PPP.
Achmad Silahudin, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Dapil DPW PPP Jatim yang mengetuai formatur mengatakan, format perubahan kepengurusan dengan model baru ini bertujuan untuk mensolidkan kepengurusan.
"Sehingga tujuan-tujuan partai bisa tercapai tanpa ada gejolak yang tidak perlu," katanya disela Muscab, Minggu (12/12/2021).
Silahudin menyebut, tim formatur akan bekerja maksimal 20 hari untuk menyusun kepengurusan sampai, mulai dari ketua, sekretaris dan susunan Badan Pengurus Harian (BPH) lengkap.
"Tapi persetujuannya tetap ditangan DPP, bisa saja DPP mencoret usulan kami," urainya.
Sementara itu, Sekretaris demisioner PPP Gresik Khoirul Huda menyebut, partainya punya agenda besar untuk mendongkrak perolehan suara dan kursi partai di semua level.
"Amanat DPP yaitu membentuk kepengurusan sampai ranting (Desa) dan mendapatkan satu kursi tiap dapil," urai Huda.
Selain memilih formatur, dalam Muscab itu disampaikan pula laporan pertanggung jawaban (LPJ) PPP Gresik dibawah pimpinan ketua Ahmad Nadir.
Tampak hadir dalam acara itu beberapa Ulama, diantaranya KH Moh Iklil Sholeh pengasuh Ponpes Qomaruddin Bungah Gresik. Selain itu Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah datang dalam acara itu.(mkr)
Editor : Abdul Aziz Qomar