KLIKJATIM.Com | Pandaan - Sejumlah pedagang asongan jualan di lingkungan Pasar Wisata Cheng Ho mengeluhkan iuran "mencekik" yang diduga dilakukan paguyuban Pasar Wisata Cheng Ho, Pandaan, Pasuruan.
[irp]
Ironisnya, keberadaan pedagang asongan sengaja dibuat ajang jatah preman (japer) oleh pihak paguyupan.
Ini Terbukti, ada puluhan pedagang asongan yang berjualan, namun oleh paguyuan terkesan dibiarkan. Padahal, aturannya tidak dibolehkan oleh Pemkab Pasuruan khususnya Disperindag Kabupaten Pasuruan.
Menurut informas setiap hari sejumlah pedagang yang tidak memiliki kios harus mengeluarkan banyak biaya. Ironisnya, iuran yang dipungut oleh oknum diduga tidak resmi atau tidak memiliki dasar hukum yang jelas pemerintah daerah setempat.
Selain membayar iuran tak jelas, pedagang asongan juga harus membayar sewa kios kepada oknum diduga spekulan dengan harga tak wajar.
"Setiap hari kami (Pedagang asongan) harus mengeluarkan iuran sekitar Rp 50 ribu agar bisa jualan di lingkungan pasar wisata Cheng Ho," kata salah seorang pedagang yang namanya minta dirahasiakan, Rabu (8/12/2021).
Ia memperincikan, iuran sebesar itu, untuk pembayaran restribusi kebersihan, keamanan, dan air. Penarikan iuran ini berbeda antara pedagang asongan lainnya.
"Kalau pedagang asongan yang jual buah durian setiap harinya ditarik Rp 50 ribu. Sedangkan untuk Pedagang asongan seperti mainan anak, kopi dan lainnya per bulan dimintai iuran Rp 150 ribu per bulan," jelasnya.
Ia mengaku, selama ini sebenarnya banyak pedagang yang mengeluh dengan beban biaya yang harus dikeluarkan pedagang baik harian maupun bulanan. Namun karena butuh tempat untuk berjualan, maka meski berat tetap dibayar.
Pedagang berharap, pihak terkait segera membenahi persoalan itu. Sebab, biaya yang dikeluarkan pedagang yang dibayarkan setiap hari, mau pun per bulan sangat memberatkan.
Menanggapi soal iuran tersebut, H Khoiron Ketua paguyuban pasar Wisata Ceng Ho langsung ditampik keras. Ia tegaskan tidak ada penarikan untuk pedagang asongan baik itu pedagang durian ataupun pedagang asongan lainnya.
"Kalau pun ada yang narik saya ingin tahu nama pedagangnya," pungkasnya.
Editor : Redaksi
Polres Jember Tangani 25 Kasus Narkoba, Jaringan Peredaran hingga Bali Terbongkar
KLIKJATIM.Com | Jember – Komitmen pemberantasan barang haram di tapal kuda terus digalakkan. Satresnarkoba Polres Jember…
Ekonomi Jember Tumbuh 6,35 Persen pada Triwulan I 2026, Tertinggi di Sekar Kijang dan Lampaui Jawa Timur
KLIKJATIM.Com | Jember - Roda perekonomian di Kabupaten Jember menunjukkan performa yang sangat impresif pada awal tahun ini…
Perdana Digelar, Carnival Fashion Fest Pacu Kemajuan Ekonomi Kreatif Lamongan
Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat taji sektor ekonomi kreatif di tingkat regional.…
Polisi Ungkap Curanmor di Jember, Satu Residivis Ditangkap dan Terlibat 18 TKP
Polres Jember berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diduga telah beraksi di 18 tempat kejadian perkara (TKP) di Jember…
100 Ojol Perempuan Terima Bantuan Sembako dari Mantan Driver Ojol di Amerika Serikat
sebanyak 100 pengemudi ojol perempuan menerima bantuan sembako dari seorang mantan driver ojol yang kini menetap di Amerika Serikat…
Kota Surabaya Jadi Percontohan Perlinsos Digital
Kota Surabaya menjadi salah satu daerah percontohan penerapan aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital yang dikembangkan pemerintah pusat untuk…