klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

30 Orang sudah Dievakuasi, 26 Kendaraan Masih Terjebak Longsor

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Petugas BPBD Gabungan saat mengevakuasi korban bencana tanah longsor di kecamatan Pagerwojo Tulungagung
Petugas BPBD Gabungan saat mengevakuasi korban bencana tanah longsor di kecamatan Pagerwojo Tulungagung

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Bencana tanah longsor yang terjadi pada Kamis (18/11) petang di kecamatan Pagerwojo Tulungagung tidak hanya menyisakan kepedihan bagi korban yang rumahnya tertimpa material longsor.

[irp]

Namun kepedihan yang sama juga dialami oleh puluhan pemancing dan wisatawan yang terjebak di lokasi wisata sekaligus spot pemancingan Ranu Gumbolo yang ada di desa Wonorejo kecamatan Pagerwojo Tulungagung.

Kendati saat ini mereka sudah bisa dievakuasi,namun kendaraan mereka masih terjebak di lokasi tersebut.

Camat Pagerwojo, Hedik Iswanto mengatakan,pada evakuasi pertama yang dilakukan oleh tim gabungan pada Kamis (18/11) malam yang lalu, 12 orang pemancing dan wisatawan dievakuasi menggunakan perahu boat.

Sedangkan sisanya satu persatu dievakuasi dengan memanfaatkan jalur darat yang masih bisa dilalui, dengan bantuan warga sekitar yang mengetahui betul kondisi medan.

"Kemarin dengan dua kali evakuasi itu maksimal perahu boat bisa mengangkut 8 orang dalam sekali jalan, kemudian sisanya dievakuasi melalui jalur darat, dengan dibantu warga yang mengetahui lokasi," ujarnya.

Hedik menambahkan, sedangkan untuk 25 sepeda motor dan 1 unit mobil mereka masih terjebak di sekitar lokasi parkir Ranu Gumbolo, karena akses jalan menuju ke lokasi tersebut masih tertutup.

"Kalau kendaraan mereka ini masih ada di lokasi parkir Ranu Gumbolo, belum bisa dievakuasi sampai saat ini," terangnya.

Pihaknya mengaku masih terus mempercepat pembukaan kembali akses jalan di beberapa titik menuju ke Ranu Gumbolo, sebab jika akses jalan tersebut tidak segera diaktifkan maka aktifitas masyarakat juga akan terganggu.

Bahkan masyarakat harus memutar mencari jalan lain hingga 4 kilometer.  "Paling lambat 4 hari, akses bisa dibuka kembali, moga moga bisa lancar dan tidak ada masalah," pungkasnya. (rtn)

Editor :