klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Puluhan Tahun Merawat Kesenian Macapat, Mat Kauli Diganjar Penghargaan Seni Oleh Dewan Kesenian Jatim

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Mat Kauli dengan piagam penghargaannya (Istimewa)
Mat Kauli dengan piagam penghargaannya (Istimewa)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Penembang macapat  (Mocopat) khas Gresik, Mat Kauli dianugerahi penghargaan seni dari Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) dalam momen gelaran Jatim Art Forum pada Sabtu (13/11/2021) malam.

[irp]

Penghargaan tersebut diberikan kepada pria 90 tahun itu atas dedikasinya selama 73 tahun menghayati dan melestarikan Tembang Macapat dengan cengkok khas Gresikan.

Presidium Pendamping Dewan Kesenian Jatim, Luhur Kayungga mengatakan, bila pada tahun lalu penghargaan Seniman Jawa Timur telah memberikan penghargaan kepada 6 bidang seni.

Namun, seleksi pada tahun 2021, kata dia, lebih ketat verifikasinya hingga hanya muncul tiga nama tokoh Seniman di Jawa Timur, dari seluruh usulan 23 Dewan Kesenian Kabupaten di Jawa Timur.

"Atas pertimbangan masing-masing bidang telah memenuhi persyaratan atau grade yang kita tentukan," ungkap dia.

Sedangkan dua orang Seniman lain yang diganjar penghargaan malam itu oleh Dewan Kesenian Jatim yaitu Mujiono Emje, atau akrab Nono Emje asal Kabupaten Kediri.

Dia adalah tokoh teater, sejak tahun 1985 telah memulai berkarya dengan banyak menorehkan karya sastra seperti cerpen, naskah teater, dan kritik seni.

Kemudian Hengki Kusuma, yang akrab disana Ko Hengki, asal Surabaya. Ko Hengki disebut sebagai seorang seniman keturunan Tionghoa yang malang melintang melestarikan Ludruk.

Ada pun Macapatan sendiri merupakan tradisi Gresik sejak zaman Sunan Giri. Berdasarkan sejarah, Sunan Giri ialah seorang yang menciptakan Gendhing Asmaradhana dan Pucung yang menjadi beberapa jenis macapat paling digemari masyarakat Gresik. (bro)

Editor :