KLIKJATIM.Com | Gresik—Pembangunan jembatan permanen di Dusun Ngepung, Desa Klampok, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik terpaksa berhenti sementara. Sebab, air luapan Kali Lamong meluap dan mengalir deras.
[irp]
Jembatan Desa Klampok selama menjadi akses utama warga dari Kecamatan Duduksampean menuju Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang. Kini pembangunan telah dimulai oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU) Kabupaten Gresik.
Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik, Eddy Pancoro mengatakan, pembangunan jembatan Desa Klampok telah selesai dilelang pada Juli 2021. Pengerjaan konstruksi juga telah dimulai awal Agustus 2021.
Eddy menjelaskan, tahapan pembangunan telah sesuai dengan perencanaan. Hanya saja, lanjut Eddy, sebelum pembongkaran jembatan yang lama diperlukan izin dulu kepada Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).
"Jembatan lama yang ambrol itu kan harus dibongkar. Nah kita izin dulu ke BPPKAD, dan juga harus melakukan persiapan dulu seperti pembangunan jembatan sementara yang sekarang terbawa arus itu," jelas Eddy, Jumat (5/11/2021).
Eddy menolak ketika pembangunan jembatan Desa Klampok itu disebut lambat. Sebab, deadline akhir pembangunan jembatan itu selesai pada 29 Desember 2021.
"Sekarang tahapannya pemasangan tiang pancang. Jadi pakai metode top bottom, tinggal pasang tidak ngecor disitu," terangnya.
Terpisah, Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi menilai proses pengerjaan jembatan Desa Klampok itu sangat lambat. Dinas PUPR dinilai tidak memprioritaskan pembangunan tersebut di awal tahun.
“Mestinya di awal tahun sudah mulai di bangun. Karena pasti setiap akhir tahun banjir, jadi akan mengganggu pekerjaan,” ujarnya.
Berdasarkan data di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Gresik, nilai paket pekerjaan konstruksi jembatan Dusun Ngepung, Desa Klampok, Kecamatan Benjeng itu memiliki pagu Rp 2.473.092.000 (2,4 miliar) dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp. 2.472.675.916.
Setelah dilelang, paket pekerjaan itu dimenangkan oleh CV Jaya Abadi dengan pnawaran harga Rp. 2.148.237.183,40 (2,1 miliar). Anggaran pembangunan itu dianggarkan dari APBD Kabupaten Gresik 2021.(mkr)
Editor : Abdul Aziz Qomar