KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Insiden terjatuhnya pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu, saat mengikuti kegiatan panjat dinding yang disebut-sebut secara mandiri berdampak terhadap persiapan atlet menjelang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) di Probolinggo. Pasalnya, lokasi panjat dinding GOR Lembu Peteng Tulungagung yang merupakan tempat latihan para atlet sedang dipasang garis polisi karena Tempat Kejadian Perkara (TKP).
[irp]
Akibatnya, persiapan atlet panjat tebing yang tergabung dalam Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Tulungagung pun terganggu. Padahal dalam waktu dekat ini harus mempersiapkan diri untuk mengikuti Kejurprov.
Dengan kejadian ini, maka FPTI mengaku akan menggelar rapat internal untuk memastikan kelanjutan metode latihan 9 atlet asal Tulungagung. "Ya kita akan rapatkan dulu untuk latihannya nanti dimana. Apakah di luar kota atau bagaimana, ini kita minta latihan ringan dulu di rumah," ungkap Ketua FPTI Tulungagung, Aris Setiawan, Senin (1/11/2021).
Menurutnya, kegiatan latihan para atlet memang biasanya dilakukan di GOR Lembu Peteng Tulungagung. "Kita ndak tahu ada kegiatan kemarin, harusnya prosedurnya memang harus izin dulu untuk menggunakan lokasi latihan di GOR ini," ucapnya.
Aris juga memastikan bahwa kegiatan panjat dinding pada Minggu (31/10/2021) kemarin tidak berizin. Termasuk tidak diketahui oleh FPTI yang menaungi olahraga tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu, Tulungagung, berinisial AC mengalami insiden terjatuh saat melakukan panjat dinding di GOR Lembu Peteng pada Minggu (31/10/2021) kemarin.
Ketika itu AC berada di ketinggian 2 meter, namun tiba-tiba terpeleset dan bagian kepalanya membentur besi penahan Wall Panjat dinding. Akibat kejadian ini, korban mengalami pendarahan pada bagian kepala sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr Iskak Tulungagung. (nul)
Editor : Iman