KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Pihak SMK Negeri 3 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung membantah bahwa kegiatan panjat dinding yang mengakibatkan salah satu anak didiknya mengalami insiden kecelakaan tersebut bukan merupakan ekstrakurikuler (ekskul) dari sekolah. Namun kegiatan yang memang dilaksanakan tanpa sepengetahuan pihak sekolah.
[irp]
"Jadi itu anak ekskul pecinta alam yang ingin mencoba panjat dinding tanpa sepengetahuan sekolah. Karena kita juga ndak ada ekskul panjat dinding. Mereka ini tertarik karena kakak kelasnya sempat jadi juara panjat dinding tahun lalu," ujar Kepala SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung, Rofiq Suyudi, Senin (1/11/2021).
Menurutnya, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut juga tidak ada instruktur resmi. Hanya sebatas alumni SMK yang pernah menjadi juara di kegiatan panjat dinding.
"Instrukturnya tidak ada, yang ada ya alumni yang dulu juara itu memberikan materi pengenalan kepada adik-adik kelasnya," lanjut Rofiq.
Meski demikian, namun Rofiq mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa korban berinisial AC karena terjatuh saat mengikuti panjat dinding di GOR Lembu Peteng Tulungagung, pada Minggu (31/10/2021) kemarin. Sehingga mengalami cedera pada bagian kepalanya dan harus menjalani perawatan intensif di redzone RSUD dr Iskak Tulungagung.
"Kami dari sekolah cukup prihatin dengan kejadian ini ya, apalagi itu mengakibatkan siswa kami harus dirawat karena pendarahan di bagian kepalanya," imbuhnya.
Harapannya, anak didik AC bisa segera sembuh dan beraktifitas kembali seperti semula.
Kendati kegiatan tersebut dilakukan secara mandiri oleh siswa dan tidak mendapatkan persetujuan sekolah, namun Rofiq memastikan akan tetap membantu biaya pengobatan AC yang kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit. (nul)
Editor : Iman