klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Selaraskan Kegiatan Industri dan Pelestarian Lingkungan, Cargill Gresik Inisiasi Program Konservasi Mangrove Kalimireng Manyar

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Wabup Gresik, Bu Min menanam mangrove di area konservasi mangrove kalimireng yang diinisiasi PT. Cargill. (Abdul Aziz Qomar/Klikjatim.com)
Wabup Gresik, Bu Min menanam mangrove di area konservasi mangrove kalimireng yang diinisiasi PT. Cargill. (Abdul Aziz Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Sebagai upaya penanggulangan perubahan iklim dan pelestarian sumber daya air, PT. Cargill Indonesia menginisiasi program konservasi Mangrove Biru Kalimireng Manyar, dengan menggandeng Yayasan Esa Khatulistiwa, Biologi ITS Surabaya dan Pemdes Manyar Sidomukti.

[irp]

Admin and Relations Manager Cargill Gresik, Adi Suprayitno menuturkan, inisiasi program Mangrove Biru Kalimireng selain sebagai salah satu upaya penanggulangan perubahan iklim dan pelestarian sumber daya air, juga sebagai upaya percepatan SDGs Desa Manyarsidomukti. 

"Diharapkan menjadi pilot bersama multi stakeholder di Kecamatan Manyar untuk menjaga dan melestarikan mangrove sebagai buffer zone pengembangan wilayah ekonomi esensial dengan tetap melibatkan warga sekitar sebagai aktor kunci," tutur Adi Menjabarkan, Kamis (28/10/2021).

[caption id="attachment_85072" align="alignnone" width="300"] Adi Suprayitno, dari Cargill (dua dari kanan) mendampingi Wabup Gresik Hj Aminatun Habibah di sela kegiatan[/caption]

Desa Manyarsidomukti sendiri merupakan salah satu desa yang berada dalam kawasan ekonomi esensial, yang sedang tumbuh secara ekonomi sejak ditetapkan sebagai zona perdagangan internasional oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik.

Untuk itu, perlu dilakukan penguatan strategi pembangunan desa dengan memperhatikan keterikatan sektor sosial, ekonomi dan lingkungan (SDGs Desa). 

"SDGs Desa merupakan turunan dari SDGs Nasional dan Global yang diterjemahkan oleh Kementerian Desa agar lebih mudah diimplementasikan dan monitoring di tingkat tapak atau desa," lanjut Adi.

Sementara itu, Manager Program Yayasan Esa Khatulistiwa, Sriyanto mengatakan, berdasarkan assessment awal yang dilakukan oleh tim Yayasan Esa Khatulistiwa, PT. Cargill, ITS Biologi dan Pemerintah Desa Manyarsidomukti ada beberapa tantangan yang saat ini dihadapi oleh warga Manyarsidomukti untuk mencapai tujuan SDGs. 

"Antara lain Degradasi Keanekaragaman Hayati dan fungsi ekosistem Mangrove di sungai Kalimireng. Selain itu masalah Eco literacy Mangrove yang belum menjadikan mangrove sebagai media pembelajaran kontekstual bagi sekolah di komplek Manyar," jabarnya.

[caption id="attachment_85075" align="alignnone" width="135"] Warga dan relawan Armapala menanam pohon mangrove di tepi sungai Kali Mireng[/caption]

Pada kesempatan yang sama, M. Muryono dari ITS Biologi Surabaya mengatakan, dengan menjaga populasi dan keaneka ragaman hayati mangrove di sempadan sungai Kalimireng bisa mengurangi reduksi emisi carbon yang ditimbulkan oleh industri di sekitarnya.

"Mangrove di Kalimireng juga bermanfaat untuk menurunkan salinitas air laut yang tentunnya berdampak positif bagi petani tambak dan sumber air minum warga," ujar dia.

Pada momen tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Gresik Aminatun Habibah dalam sambutannya mengatakan, penjagaan ekosistem di wilayah Manyar sangat penting, mengingat wilayah tersebut merupakan zona padat industri. "Karena itu agenda pemulihan ekonomi pasca pandemi ini harus sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan," paparnya.

Bu Min, sapaan akrabnya mengapresiasi apa yang dilakukan PT. Cargill. Menurutnya, hal itu wujud dari tanggungjawab perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan.

"Aspek ekonomi dan aktivitas industri tak boleh sampai mendegradasi lingkungan, kalau bisa kegiatan ekonomi bisa ramah lingkungan dan zona mangrove di Manyar ini bisa bernilai ekonomis," tandas Bu Min.

Perlu diketahui Program Mangrove Biru Kalimireng akan melakukan upaya pendekatan konservasi seluas 5 Ha dengan pengakayaan, pembibitan dan penanaman jenis mangrove sebanyak 6000 dengan 20% bibit mangrove jenis baru yang akan dimonitoring dan evaluasi selama 18 bulan kedepan.

Program bertajuk Penguatan Mangrove Kalimireng sebagai Zona Konservasi, Edukasi dan Rekreasi sebagai percepatan SDG’s Desa tersebut, juga didukung oleh multi stakeholder seperti Pemerintah Desa, DLH, Bappeda, Dinas Pendidikan, Kemenag, Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan, BPDASH Solo, Satpol Air dan relawan lingkungan di level desa, kecamatan dan kabupaten Gresik.  (nul)

Editor :