klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bojonegoro Selatan Diterjang Banjir Bandang, Pinggiran Bengawan Solo Siaga

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Seorang anggota TNI sedang membantu warga dalam suasana banjir. (Nur Afifullah/Klikjatim.com)
Seorang anggota TNI sedang membantu warga dalam suasana banjir. (Nur Afifullah/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Setelah hujan beberapa jam, setidaknya 15 Desa dari 8 kecamatan di Bojonegoro selatan diterjang banjir, Senin (3/2/2020). Sementara itu, Debit Sungai Bengawan Solo juga meningkatkan dan hampir siaga.

Banjir bandang gang terjadi pada Senin kemarin menyebabkan sejumlah rumah di Kecamatan Gondang, Temayang, Bubulan, Sekar, Dander, Ngambon, Ngasem, dan Kecamatan Kalitidu dimasuki lumpur. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Umar Ghoni pada Selasa (04/2/2020).

[irp]

Menurutnya, dari beberapa titik banjir bandang yang paling parah berada di Desa Sugihan karena diakibatkan luapan Sungai Gandong, yang terletak di Desa Sugihan Kecamatan Temayang. Ada 5 rt, dari Desa Sugihan yang terkena imbas derasnya air sungai, yaitu di Rt 10, 11, 12, 13, 14, dan Rt 15.

"Sekarang air sudah surut, hanya lewat saja, dan sekarang tinggal membersihkan lumpur yang berada di Desa dan di ruas jalan raya," tutur Kepala BPBD Bojonegoro.

Umar Ghoni menambahkan, dari aliran air sebelum masuk ke Kali Pacal terlebih dahulu masuk di Kali Gandong. Karena tidak bisa menampung air hujan yamg turun begitu lama dan sangat lebat, maka luapan itu mengalir ke pemukiman warga.

Untuk kerugian sendiri pihak BPBD Bojonegoro belum mendata atas kerugian akibat banjir bandang tersebut. Perlu diketahui hujan lebat mengguyur Bojonegoro kurang lebih 2 jam, mulau jam 15.30 sampai 17.30 WIB. Akibatnya, kali di beberapa desa ataupun kecamatan tidak bisa menampung derasnya air dan berpindah masuk ke permukiman penduduk.

[irp]

Sementara itu, TMA Bengawan Solo mengalami kenaikan di sejumlah tempat pemantauan. Pada Selasa (4/2/2020) sudah dititik 15.50 peilschaal maka sudah masuk siaga hijau. BPBD Bojonegoro akan memantau terus selama dua sampai tiga hari ke depan. “Kalau trendnya naik terus kami akan mengimbau kepada warga untuk waspada,” pungkasnya. (af/bro)

Editor :