KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) fokus penataan air, khususnya irigasi pertanian. Pada 2022, kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi ada di tiga wilayah. Meliputi wilayah Selatan (Kecamatan Dander), Timur (daerah irigasi Pacal) dan Barat (Kecamatan Tambakrejo, Dusun Nglambangan) Kabupaten Bojonegoro.
[irp]
Kepala Bidang (Kabid) Air Baku dan Irigasi DPU SDA Bungku Susilowati menjelaskan, penataan air khususnya irigasi telah ada dalam kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi di beberapa daerah irigasi yang menjadi kewenangan kabupaten. Yaitu yang mengairi lahan di bawah 1.000 hektar. Nantinya, rehabilitasi jaringan irigasi dapat mengembalikan fungsinya untuk mengairi lahan pertanian sesuai dengan luas daerah irigasinya.
"2022 kita fokus di kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi di tiga wilayah, yaitu wilayah Selatan, Timur dan wilayah Barat," ujar Kepala Bidang (Kabid) Air Baku dan Irigasi DPU SDA Bojonegoro Rabu (20/10/2021)
Menurutnya, untuk rehabilitasi jaringan irigasi di wilayah Selatan yaitu di Kecamatan Dander merupakan tahap awal rehabilitasi dan akan terus berlanjut hingga kinerja jaringan irigasinya dapat berfungsi kembali 100 persen. Sementara, pada daerah Timur yaitu daerah irigasi Pacal yang merupakan Daerah Irigasi kewenangan Pusat, tahun depan penataan air akan lebih maksimal. Sebab, telah mendapatkan suplesi air irigasi dari Bendungan Gongseng dan juga telah ada rehabilitasi DAM Klepek yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS).
“Sebagaimana untuk penataan airnya telah ada sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” imbuhnya
Sedangkan untuk wilayah Barat juga telah ada rehabilitasi awal untuk pembangunan jaringan irigasi Nglambangan, yang nantinya dapat meningkatkan kinerja jaringan irigasi yang ada. Adapun kegiatan normalisasi embung-embung di Kabupaten Bojonegoro juga menjadi kegiatan di 2022.
Bungku Susilowati menambahkan, tujuannya untuk mengembalikan volume tampungan air embung maksimal. Karena embung-embung yang ada tentunya akan mengalami pendangkalan, sehingga perlu dinormalisasi. Lahan Solo Valley memang telah diarahkan pemanfaatannya oleh BBWS Bengawan Solo untuk embung-embung, sehingga dapat menampung air hujan dengan debit tinggi.
Sebagaimana sejauh ini volume air cukup banyak yang masih belum tertampung, sehingga terbuang percuma. "Semoga warga dapat mengikuti pola tanam dan tata penggunaan air yang telah disepakati. Sehingga penataan dan pembagian air yang telah direncanakan dalam Rencana Tata Tanam Global (RTTG) Kabupaten Bojonegoro dapat terwujud," pungkasnya. (rtn)
Editor : M Nur Afifullah
SIG Andalkan Bata Interlock untuk Percepat Pembangunan Hunian Terjangkau
KLIKJATIM.Com | Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkenalkan Bata Interlock Presisi sebagai salah satu solusi untuk mempercepat pembangunan r…
Sidang Pleno III Muktamar Putuskan Voting untuk Menentukan Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU
KLIKJATIM.Com | Jombang – Pembahasan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode mendatang dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul U…
Gresik Merdeka Carnival 2026 Semarak, 71 Barisan dan 24 Mobil Hias Meriahkan Perayaan HUT ke-81 RI
Gresik Merdeka Carnival 2026 Semarak, 71 Barisan dan 24 Mobil Hias Meriahkan Perayaan HUT ke-81 RI.…
Kabut Asap Selimuti Banjarmasin, Pelindo Pastikan Aktivitas Pelabuhan Trisakti Tetap Normal
KLIKJATIM.Com | Banjarmasin – Kabut asap yang menyelimuti Kota Banjarmasin dan sejumlah wilayah di sekitarnya menjadi perhatian PT Pelabuhan Indonesia (…
Kuasa Hukum Eks Kadisdik Sampang Ajukan Justice Collaborator
KLIKJATIM.Com | Sampang - Penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2024 pada…
Dari Pengakuan Korban, Polisi Bongkar Dugaan Kekerasan Seksual di Rubaru Sumenep
KLIKJATIM.Com | Sumenep - Upaya mencari perlindungan menjadi pintu awal terungkapnya dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak berusia 17 tahun di Kecam…