KLIKJATIM.Com | Gresik -Warga di Pulau Bawean kini tidak perlu lagi menyeberangi lautan untuk mengurus administrasi kependudukan. Semua layanan kependukan sudah bisa dikerjakan Bawean. Hal tersebut seiring dengan dilakukan program layanan 'Trust in Bawean'. Warga Bawean cukup mengurus dari Kecamatan Sangkapura dan Tambak.
Trust in Bawean ini merupakan singkatan dari Cepat Urus Administrasi Kependudukan di Pulau Bawean. Seperti pembuatan kartu keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (E-KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), Pindah Tempat, Akta Kelahiran, Akta Kematian cukup di masing-masimg Kecamatan. Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak di Pulau Bawean.
[caption id="attachment_83858" align="alignnone" width="300"]
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat melihat ruangan layanan kependudukan di Kecamatan Sangkapura, Bawean[/caption]
Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Gresik, Khusaini menuturkan, saat ini pelayanan administrasi kependudukan pembuatan e-KTP sudah bisa dilayani tanpa harus menyeberang ke Pulau.
“Semua layanan induk administrasi termasuk e-KTP bisa dicetak disini tidak harus menyeberangi lautan,” ucapnya di pendopo Kecamatan Sangkapura, Minggu (17/10/2021).
Dari program itu Pemkab telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 1 miliar. Untuk memaksimalkan pelayanan sinergi. Tidak hanya membuat e-KTP tapi juga untuk pelayanan pembuatan KK serta administrasi lainnya. Anggaran tersebut nantinya akan mengcover layanan adminduk di seluruh Kecamatan di Gresik.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam kedatangannya ke Pulau Bawean mengatakan, pihaknya dengan institusi terkait benar-benar fokus meningkatkan pelayanan di Pulau Bawean yang baru mulai melakukan pelayanan cetak administrasi.
[caption id="attachment_83859" align="alignnone" width="300"]
Bupati Fandi Akhmad Yani mencoba sesi foto untuk E-KTP di Bawean[/caption]
“Meski ditengah pandemi semua warga harus memiliki e-KTP. Pasalnya, kartu indentitas tersebut bisa dipakai untuk vaksin menerima bantuan langsung tunai dan pelayanan kesehatan. Pelayanan gratis tidak dipungut biaya,” ucapmua.
Alumni sarjana Ekonomi Unair itu langsung meninjau alat perekam pembuatan e-KTP di Kecamatan Sangkapura. Gus Yani sapaan akrabnya menanyakan berapa orang yang melakukan perekaman. Staf petugas bagian administrasi Kecamatan Sangkapura menuturkan, sudah ada 500 warga yang melakukan perekaman.
“Dari jumlah tersebut menandakan warga Sangkapura Pulau Bawean sangat antusias dan tertib administrasi,” katanya. (*/ris)
Editor : Redaksi