KLIKJATIM.Com | Gresik - Arus logistik barang dari Gresik bertambah mudah lagi. Ini terjadi setelah PT. Kereta Api Indonesia (KAI) mengopeeasikan angkutan logistik dari Stasiun Indro Gresik mulai Jumat (15/10/2021).
[irp]
Angkutan logistik KAI ini akan melayani relasi Surabaya-Jakarta. Dengan demikian, industri di Kota Gresik yang mencapai puluhan ribu bakal memiliki alternatif dalam mengirimkan produksi maupun logistiknya.
Kepala Stasiun Indro Mawan Novianto membenarkan rencana reaktivasi jalur logistik dari Stasiun Indro menuju Jakarta itu. “Betulnanti sore akan diresmikan (kereta logistik),”kata Mawan dikonfirmasi melalui selulernya.
Ujicoba kereta logistik mulai dilakukan pada 11 Oktober 2021. Ada 30-an gerbong logistik yang berangkat dari Stasiun Indro tersebut. Rencananya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani akan meresmikan jalur logistik dari Stasiun Indro.
P,ersiapan telah dilakukan untuk keberangkatan perdana kereta logistik itu. Kereta logistik berangkat dari Stasiun Indro tujuan Jakarta diperkirakan berangkat pukul 16.00.
Sebagai catatan, reaktivasi Stasiun Indro untuk pelayanan kereta komuter tujuan Gresik, Surabaya dan Sidoarjo mulai Rabu, 10 Februari 2021. Saat itu tiket kereta penumpang langsung ludes.
KA Komuter berangkat dari Sidoarjo tujuan Stasiun Indro berangkat pukul 10.00 dan tiba pukul 12.11. Selanjutnya, dari Stasiun Indro tujuan Sidoarjo berangkat pada pukul 12.40.
Rangkaian KA Komuter ini terdiri dari 4 gerbong kereta jenis kereta rel diesel ini, mampu mengangkut sebanyak 186 penumpang sesuai dengan penerapan protokol kesehatan. Tiket kereta Rp 5 ribu per penumpang.
Selama puluhan tahun itu, Stasiun Indro mengalami pasang surut. Pada 2006-an jalur KA Stasiun Indro beroperasi untuk mengangkut barang. Diantaranya, distribusi semen. Lalu, mati suri.
Pada 2018, Stasiun Indro berlokasi di Desa Sidorukun, Kecamatan Kebomas, Gresik itu reaktivasi kembali. Tapi, khusus untuk transportasi logistik, kontainer. Tapi hanya seumur jagung. Pada 10 Februari 2021, reaktivasi untuk kereta komuter. Kereta penumpang hingga sekarang. (ris)
Editor : Abdul Aziz Qomar