klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

BIN Jatim Gelar Vaksinasi Dosis Kedua di Gresik Untuk Pelajar

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Gresik—Setelah melakukan vaksinasi dosis pertama kepada para pelajar di Jawa Timur pada bulan lalu (September 2021), Badan Intelijen Negara (BIN) meninjau sejauh mana efek yang diberikan vaksinasi dalam menunjang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

[irp]

Kepala BIN Daerah (Kabinda) Jawa Timur Marsma TNI Rudy Iskandar mengatakan, pihaknya menggelar tinjauan sekaligus melihat pelaksanaan vaksinasi dosis kedua diberikan, dalam rangka menunjang agenda PTM di sekolah sesuai harapan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Ini vaksinasi lanjutan dosis kedua, yang mana sebulan lalu kami melaksanakan vaksin pertama secara virtual bersama Presiden, yang waktu itu beliau ada di Aceh," ujar Kabinda Jawa Timur Marsma TNI Rudy Iskandar, di sela agenda peninjauan vaksinasi di SMA Negeri 1 Cerme, Senin (11/10/2021).

Dalam agenda pemberian vaksin dosis pertama yang dilaksanakan pada bulan lalu, sempat dilaksanakan video konferensi bersama Presiden Joko Widodo. Saat itu, berbarengan dengan sembilan tempat lain yang tersebar di seluruh Indonesia, pada 13 September 2021.

Sebanyak 5.500 dosis vaksin tersebut, diberikan bagi para pelajar di SMAN 1 Cerme sebanyak 1.250 dosis. Kemudian 1.250 dosis untuk pelajar SMP, SMA dan SMK di YPI Darussalam Cerme, serta sebanyak 2.500 dosis untuk siswa di MAN 1 Gresik di Kecamatan Bungah. Sementara lainnya, diberikan kepada warga dan petambak yang ada di Gresik secara door to door.

"Keseluruhan di Gresik ini ada 5.500 dosis, selain di sini (SMAN 1 Cerme) juga di YPI dan MAN 1 Gresik di Bungah. Untuk MAN 1 Gresik di Bungah dilakukan besok, karena disiapkan untuk kegiatan RI 1 (Presiden) seandainya beliau jadi meninjau pelaksanaan vaksinasi di Gresik," ucap Rudy.

Namun Rudy belum berani memastikan, bila pelaksanaan pemberian vaksinasi dosis kedua di MAN 1 Gresik bakal dihadiri secara langsung oleh Presiden Joko Widodo, mengingat padatnya jadwal yang akan dilaksanakan oleh Presiden selama kunjungan di Gresik, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa besok.

"Tapi lihat saja besok, karena jadwal beliau juga padat. Kemungkinan besar, tidak jadi peninjauan di MAN 1," kata Rudy.

Rudy menambahkan, khusus untuk pelajar dan santri di lingkungan pondok pesantren di Jawa Timur, pihaknya sudah melaksanakan pemberian vaksinasi sekitar 100.000 dosis. Di mana BIN bekerja sama dengan pemerintah provinsi, kabupaten, TNI-Polri yang ada di Jawa Timur, mendukung percepatan vaksinasi terutama kepada para pelajar dalam menunjang agenda PTM di sekolah.

"Sasaran kami adalah, siswa berusia di atas 12 tahun hingga 17 tahun yang belum divaksin. Cuma tetap (meski sudah divaksin), protokol kesehatan terutama penggunaan masker itu jangan lepas ya," tutur Rudy.

Sementara Plt Kepala SMAN 1 Cerme Ainur Rofiq mengatakan, dari total sebanyak 1.291 siswa dan 92 guru serta karyawan yang ada di tempatnya, secara keseluruhan sudah melaksanakan vaksinasi. Dengan sebagian besar, melaksanakan vaksinasi di sekolah dalam kegiatan yang diinisiasi oleh BIN.

"Ada juga yang di luar, seperti guru dan staf pengajar. Sementara siswa sebagian besar ya vaksinasi di sini, meski ada juga kemarin yang sudah ikut vaksinasi di agenda yang diselenggarakan Pemkab dan Dinkes (Dinas Kesehatan Gresik)," kata dia

Sejauh ini, tambah Ainur, di lingkungan SMAN 1 Cerme masih melaksanakan PTM sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Gubernur Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan setempat. Dengan metode PTM dilakukan terbatas 50 persen, mengacu dari nomor absen siswa dengan menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan.

"Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada temuan (kasus Covid-19), apalagi klaster di sekolah. Semua masih aman dan terkendali," tutur Ainur.

Salah seorang siswa SMAN 1 Cerme Yuan Cahya (15) yang mengikuti vaksinasi mengaku, hanya merasakan efek lapar dan mengantuk usai melaksanakan vaksinasi. Meski ia menjelaskan, tubuhnya merasa jauh lebih fit usai mendapatkan suntikan vaksinasi dosis pertama.

"Ini baru saja vaksin, tidak apa-apa hanya lapar dan ngantuk saja, padahal tadi sudah sarapan dan istirahat cukup. Kemarin yang dosis pertama juga begitu, tidak sampai demam atau sampai merasakan ngilu. Tapi setelahnya, badan terasa lebih enakan dan fit," ujar Yuan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ines Dwi Febriyanti (16), siswi IPA 8 SMAN 1 Cerme. Di mana Ines juga hanya merasakan efek lapar dan mengantuk pasca mengikuti agenda vaksinasi, kendati ia mengaku sudah sarapan dan istirahat yang cukup sebelum menjalani agenda vaksinasi di sekolah.

"Kalau harapan saya, segera semua divaksin sehingga sekolah bisa kembali masuk seperti dulu. Semuanya (siswa) bisa kembali masuk dan tidak lagi pakai sistem absen ganjil-genap, terus terang saya sudah rindu masuk sekolah dengan semua teman-teman," kata Ines.(mkr)

Editor :