klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gagal Bersaing, 670 Koperasi di Tulungagung Dipastikan Mati

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Ketua Dekopinda Tulungagung, Nyadin saat mendampingi Bupati meresmikan warung ikhlas. (Ist)
Ketua Dekopinda Tulungagung, Nyadin saat mendampingi Bupati meresmikan warung ikhlas. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Tulungagung menyampaikan lebih dari 1.400 Koperasi terdata di Tulungagung. Sayangnya, hanya 740 koperasi yang dipastikan masih aktif.

[irp]

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Dekopinda Tulungagung, Nyadin. "Terdata di kita ada 1.000 lebih ya, yang aktif ada di kisaran 700 sampai 800an," ujarnya saat ditemui di halaman Dekranasda Kabupaten Tulungagung.

Tidak aktifnya koperasi ini bukan semata mata karena imbas pandemi. Namun, murni karena pengelolaan koperasi di tengah persaingan bisnis yang ada sekarang.

Pihaknya juga membantah jika selama pandemi ini banyak koperasi yang tutup atau gulung tikar. Sebab kebijakan relaksasi pembayaran yang diberikan oleh pemerintah diakui cukup membantu pengusaha koperasi untuk tetap bisa bertahan.

“Saya rasa ndak juga ya, karena kita kan juga menerima relaksasi pembayaran kayak perbankan sehingga bisa bertahan," ucapnya.

Lebih lanjut mantan komisioner KPU Tulungagung ini mengungkapkan, selama ini juga tidak terpantau adanya penurunan jumlah nasabah koperasi, meskipun pinjaman online menjamur dan dengan mudah bisa diakses masyarakat.

"Kita malah sedih dengan adanya pinjol (pinjaman online) yang minjamnya mudah, tapi bayarnya susah," tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tulungagung, Slamet Sunarto mengatakan, koperasi yang tidak aktif atau mati ini karena mereka memiliki masalah dalam kemampuan personilnya. Sehingga gagal bersaing menghadapi persaingan dan perubahan zaman. "Saya rasa masalahnya memang ke human resourcesnya sendiri-sendiri ya," menurutnya.

Dia mengungkapkan, sejauh ini pihaknya pun rutin memberikan pelatihan maupun bimbingan kepada koperasi-koperasi di daerah setempat. Namun kembali lagi kepada masing-masing koperasi untuk tetap bisa bertahan di Tulungagung. (nul)

Editor :