KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Kondisi pohon di wilayah Tulungagung banyak yang rawan tumbang. Sesuai data di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat tercatat ada sekitar 40% pohon di wilayah kota yang kondisinya cukup membahayakan. Rata-rata adalah jenis Palem dan Trembesi.
[irp]
Sedangkan untuk kondisi pohon yang juga rawan tumbang di luar kawasan Tulungagung Kota ada sekitar 50%. "Kalau di wilayah kota ada 40 persen-an, di jalan kabupaten di luar kecamatan kota ada sekitar 50 persen yang rawan tumbang," terang Kabid Tata Lingkungan DLH Kabupaten Tulungagung, Reni Fatmawati, Kamis (16/9/2021).
Dijelaskan, bahwa kriteria pohon yang rawan tumbang tidak selalu berhubungan dengan usia. Tetapi juga dapat berkaitan dengan kondisi fisik pohon secara langsung.
Seperti pohon yang daun dan dahannya sudah kering. Kemudian kulitnya mengelupas dan pecah serta menjamur, atau pohon yang 50�tangnya sudah keropos dan pohon kondisinya sudah miring hingga 30%.
"Kalau usia bukan jaminan ya, setiap pohon berbeda. Misalnya sipatudia yang tumbang kemarin itu belum ada 10 tahun usianya. Sedangkan pohon asem yang kemarin tumbang itu sudah 40 tahun," tuturnya.
Sekedar diketahui, sebanyak 6 pohon berukuran besar di jalan Nasional wilayah Tulungagung telah tumbang pada Selasa (14/9/2021) lalu. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun pengguna jalan sempat mengalami kemacetan hingga 2 kilometer saat tumbangnya pohon-pohon tersebut.
Pihaknya berharap, masyarakat bisa mawas diri saat berteduh atau memarkirkan kendaraan di dekat pohon. Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang.
"Imbauannya ya saat berteduh hati-hati, apalagi pas hujan angin. Jangan berteduh di dekat baliho, atau pohon yang rawan tumbang," pesannya. (nul)
Editor : Iman