klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Hingga Juli Ekspor Mobil Nasional Tumbuh 38,2 Persen

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kegiatan pengapalan mobil produksi Indonesia untuk diekspor ke luar negeri
Kegiatan pengapalan mobil produksi Indonesia untuk diekspor ke luar negeri

KLIKJATIM.Com | Jakarta - Ekspor kendaraan bermotor roda empat dan lebih secara utuh (CBU) hingga Juli 2021 telah mencapai 166.069 unit. Jumlah  ini mengalami kenaikan sebesar 38,2 persen dibanding tahun 2020 lalu atau years on years (yoy).

[irp]

Sementara dibandingkan 2019 atau sebelum pandemi pencapaian ekspor tahun ini  terpaut tipis dengan yang tercatat 169.424 unit. Capaian ekspor otomotif Tanah Air terebut jauh lebih baik dibandingkan penjualan mobil domestik. Sepanjang Januari–Juli 2021, pengiriman mobil ke konsumen sebanyak 451.872 unit atau hanya 76,8 persen dibandingkan kondisi sebelum pandemi (2019).

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto menyampaikan, sukses tidaknya ekspor mobil cenderung lebih bergantung pada situasi dan kondisi di negara tujuan ekspor. Dengan begitu, Gaikindo maupun produsen mobil Indonesia secara umum tidak bisa memprediksi situasi dan kondisi di negara-negara tersebut.

Terlepas dari itu, ia memastikan bahwa kegiatan ekspor mobil Indonesia masih dalam kondisi yang normal kendati di dalam negeri sedang terjadi lonjakan kasus Covid-19. “Pengapalan kendaraan bermotor untuk ekspor masih biasa-biasa saja. Kami belum mendapat laporan dari anggota,” ujar dia.

Gaikindo sendiri tidak memiliki proyeksi khusus terkait penjualan mobil ekspor Indonesia pada tahun ini, baik mobil utuh atau completely built up (CBU) maupun mobil terurai atau complete knock down (CKD). “Ekspor dikendalikan oleh para prinsipal, jadi agak susah untuk bikin proyeksinya,” imbuh Jongkie.

Sementara itu Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) optimistis ekspor tahun ini sudah bisa mencapai 187.650 unit seiring dengan permintaan mobil global yang baik.

Direktur Corporate Affairs TMMIN Bob Azam menyampaikan penjualan luar negeri Toyota Indonesia tahun lalu sudah mencapai 70 persen dari pencapaian sebelum pandemi atau tahun 2019.

Tahun ini,  kata dia, kondisi pandemi dan ekonomi mulai membaik sehingga mendorong ekspor perseroan di kisaran 80 persen hingga 90 persen dari pencapaian sebelum pandemi. Sementara itu, pada tahun 2019 TMMIN mengapakan 208.500 unit kendaraan ke berbagai negara.

"Kami berharap terus meningkat dengan kisaran 80 persen hingga 90 persen. Tahun ini sudah mulai membaik," katanya, Senin (6/9/2021).

Dijelaskan, saat ini permintaan dari negara mitra yang sudah membaik adalah Timur Tengah, Asia Tenggara, Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Afrika. TMMIN tercatat mengapalkan mobil Toyota dan Daihatsu.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang Januari–Juli 2021, volume ekspor kedua merek tersebut sebanyak 102.827 unit.  Untuk TMMIN ke depan melihat potensi pengembangan ekspor dengan adanya perundingan perjanjian dagang dengan Uni Emirat Arab (UEA).

Negara ini merupakan destinasi yang berkontribusi sebesar 5–9 persen terhadap total pengiriman Toyota dari Indonesia. Toyota Indonesia menilai kebutuhan UEA akan kendaraan bermotor dengan emisi rendah dapat menjadi pintu masuk untuk memasarkan mobil energi baru terbarukan, baik listrik murni maupun hybrid. (ris)

Editor :