KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jawa Timur turut menggelar vaksinasi dengan menyasar kalangan pelajar di Jawa Timur. Hal ini dilakukan karena pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sudah mulai.
[irp]
Kepala BIN Jatim, Marsma Rudy Iskandar mengatakan, pihaknya melakukan vaksinasi pelajar yang secara simbolis dibuka di Pondok Pesantren Al-muayyad, Dusun Wates, Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo pada Selasa (31/8/2021). Selain di ponpes tersebut, secara bersamaan vaksinasi juga berlangsung di SMAN 1, SMAN 4 dan SMK Antartika Sidoarjo, serta door to door bagi 500 warga Kelurahan Lemahputro, Kecamatan Sidoarjo kota.
"Seperti sebelumnya, vaksin yang kami sediakan sebanyak 5 ribu dosis. Kali ini kami memang memfokuskan pemberian vaksin untuk pelajar yang berusia 12 hingga 17 tahun. Hal ini karena mereka akan mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas," tuturnya.
Rudy melanjutkan, selama dua bulan terakhir BIN Jatim telah melakukan vaksinasi sekitar 35 ribu warga Jawa Timur. "Setiap minggu kita menggelar tiga kali vaksinasi dengan kuota 5 ribu dosis setiap kali vaksin. Ke depan kita akan meningkatkan jumlah tersebut menjadi 7.500 dosis vaksin. Sehingga setiap minggunya kita sediakan 2.250 dosis vaksin. Besok kita akan menggelar vaksinasi pelajar di Trenggalek," terangnya.
Rudy mengaku lega, karena setiap pelaksanaan vaksinasi warga terlihat selalu antusias mengikutinya. "Ini menandakan bahwa masyarakat semakin sadar pentingnya kesehatan. Dengan semakin banyaknya warga yang menerima vaksin, maka kekebalan kelompok segera bisa terwujud," imbuhnya.
Setelah menggelar vaksinasi tahap pertama, BIN Jatim juga menyiapkan vaksin tahap kedua yang disimpan di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor mengaku pada hari kedua pelaksanaan PTM terbatas telah mendapatkan informasi penerapan protokol kesehatan (prokes) yang kurang ketat. “Banyak siswa yang maskernya diturunkan di dagu. Tentunya kami tidak bisa mengawasi semua siswa. Kami berharap setiap sekolah membentuk satgas covid sendiri. Sehingga apabila ada yang melenceng, bisa dibenarkan,” jelasnya.
Dia pun melanjutkan, beberapa wali murid masih belum mengizinkan anaknya mengikuti PTM terbatas. “Itu merupakan hak dan kewenangan orang tua masing-masing. Meskipun demikian, murid tersebut masih bisa mengikiuti pelajaran dengan sistem daring,” imbuh Gus Muhdlor, sapaan Bupati Sidoarjo. (nul)
Editor : Satria Nugraha