KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pandemi membuat pelaku usaha dituntut kreatif agar tetap menarik minat pengunjung. Seperti yang dilakukan emiten properti PT Bukit Darmo Property Tbk, dengan mengubah desain pusat perbelanjaan yang dikelolanya, Lenmarc Surabaya.
[irp]
Direktur Utama PT Bukit Darmo Propertty Tbk, Lenna Sumampow mengatakan, pandemi membuat banyak sektor bisnis dan gaya hidup masyarakat berubah. Perseroan pun akan mengubah desain sebagian area mal Lenmarc untuk difungsikan bagi tenant food and beverage (F&B) dengan memanfaatkan view lapangan golf. Bisa dikatakan, ini merupakan yang pertama di Surabaya, dimana ada mall dengan outdoor area dan golf view.
"Di masa pandemi saat ini, area terbuka atau outdoor menjadi pilihan masyarakat. Termasuk kafe dan resto saat ini juga mulai banyak yang mengarah ke konsep alfresco dining. Nah, Lenmarc memiliki keunggulan view golf. Ini yang kita manfaatkan, sehingga akan kita lakukan perubahan desain. Jadi nantinya area F&B akan memiliki golf view," jelasnya usai RUPS perseroan di Surabaya, Jumat (27/8/2021).
Diungkapkan Lenna, denhan konsep seperti itu, nantinya pihaknya akan membidik segmen keluarga dan kaum milenial.
Dikatakannya, selama ini mall Lenmarc memang sudah banyak yang difungsikan untuk F&B, namun sebagian besar ada di bagian depan yang menghadap jalan raya. Namun bagian belakang yang punya view lapangan golf belum difungsikan maksimal.
Padahal, tren F&B ke depan yang paling disukai customer adalah yang punya banyak space outdoor yang bisa dipakai untuk makan dan sekaligus ber hang-out bersama family, rekan bisnis atau lainnya.
"Bagian timur yang semula tertutup tembok atau kaca akan kami buka sehingga view-nya langsung lapangan golf. Konsepnya juga kami perbanyak outdoor. Sebab segmennya nanti lebih banyak untuk milenial," tambahnya.
Saat ini konsepnya lagi dimatangkan. Pihaknya juga sudah menunjuk arsitek dan interior desainnya. Diharapkan, paling lambat akhir tahun ini semua desain dan layoutnya akan selesai sehingga awal tahun depan redesign sudah bisa dimulai.
"Mulai groundfloor hingga lantai dua akan kami fungsikan untuk F&B. Atrium juga kami perluas dengan memperbanyak F&B Kami harapkan tahun depan sudah mulai opening," tambahnya.
Direktur PT Bukit Darmo Property Tbk, Brasada Chandra menambahkan, perubahan desain mal Lenmarc merupakan upaya manajemen untuk meningkatkan kinerja pada masa mendatang. Sebab, mal merupakan salah satu sumber recurring income perseroan yang utama selain office dan apartemen.
Sebelum ada pandemi, Lenmarc memberikan kontribusi sekitar 40 persen dari total pendapatan perseroan. Namun setelah ada pandemi, pendapatan dari mal langsung turun 65 persen. Terlebih lagi setelah adanya PPKM Darurat dan PPKM Level 4, kunjungan ke mal semakin kecil.
"Kita tidak tahu pandemi ini sampai kapan. Tapi kita harus beradapatasi dengan new normal. Dengan perubahan desain ini kami optimis, pendapatan dari mal akan kembali membaik. Kebutuhan dananya juga lumayan, sekitar Rp 50 miliar. Semua dari dana internal," ujar Brasada.
Dia mengaku, saat ini sebenanya ada beberapa tenan baru di mall Lenmarc seperti KidZilla, BlackHole KTV, The Muse Bar & Resto hingga Korean Restaurant. Namun karena ada PPKM, mereka harus menunda operasional.
Selain mal Lenmarc, pendapatan perseroan juga berasal dari perkantoran 9BLV. Dari total 100 unit, sudah terjual 70 persen. Sisa unit ini akan disewakan atau dijual. Sekarang sudah ada enam unit yang sudah selesai direnovasi interiornya dan sudah disewakan.
"Sebagian besar yang menyewa office 9BLV dari kalangan anak-anak muda yang bergerak dibidang usaha financial dan tehnologi (fintech). Diharapkan ke depan, dengan selesainya beberapa unit lagi yang direnovasi akan banyak yang menyewa," ujar Brasada.
Terkait kinerja tahun ini, dia menyebut, hingga Maret 2021, pendapatan bersih erseroan sebesar Rp 4,6 miliar. Jumlah tersebut turun sekitar 60 persen dari tahun lalu periode yang sama yakni Rp 10,4 miliar.
"Meski kondisi belum menentu, namun kami optimis menyambut pasar, baik sektor properti maupun mal. Kami menargetkan hingga akhir tahun ini akan ada tambahan pendapatan sekitar Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar dari sewa perkantoran," pungkasnya. (ris)
Editor : Redaksi